Ekonomi Kaltim 2026 Diprediksi Melesat, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

  • 22 Jan 2026 19:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Timur memprakirakan pertumbuhan ekonomi Bumi Etam pada tahun 2026 akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme ini didorong oleh penguatan sektor industri pengolahan serta berlanjutnya proyek pembangunan infrastruktur strategis di daerah.

Kepala Perwakilan BI Kaltim Budi Widihartanto dalam acara Temu Media Januari 2026 menyampaikan bahwa meski ketidakpastian ekonomi global masih tinggi, Kaltim memiliki potensi peningkatan signifikan pada kapasitas kilang migas (refinery). Penambahan kapasitas ini diproyeksikan mulai beroperasi optimal pada triwulan III tahun 2026.

"Sektor industri pengolahan dan konstruksi akan menjadi mesin pertumbuhan utama. Ada penambahan kapasitas refinery migas sekitar 50 ribu barel per hari serta rencana konstruksi ekosistem Legislatif dan Yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang anggarannya diprediksi naik 6 persen," kata Budi, Rabu 21 Januari 2026.

Selain industri, sektor pertanian juga diharapkan berkontribusi positif melalui peningkatan target Optimalisasi Lahan (Oplah) yang sempat tertunda pada 2025. Pemerintah daerah menargetkan cakupan lahan mencapai 3.000 hektare untuk mendukung ketahanan pangan.

Namun, BI tetap mewaspadai sejumlah tantangan yang dapat menahan laju pertumbuhan. Dari sisi eksternal, permintaan batu bara dari negara mitra dagang utama seperti Tiongkok diprediksi menurun sebesar 1,49 persen seiring dengan transisi energi global ke sumber terbarukan. Sementara itu, fenomena cuaca La Nina atau kondisi cuaca basah berisiko menurunkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di akhir tahun.

Terkait inflasi, Bank Indonesia memproyeksikan angka inflasi Kaltim pada 2026 tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5 persen. Upaya ini dilakukan melalui intensifikasi pengendalian oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memitigasi risiko kenaikan harga komoditas pangan akibat program Makan Bergizi Gratis dan perpindahan pekerja ke IKN.

Di sisi sistem keuangan, stabilitas tetap terjaga dengan risiko kredit (NPL) yang rendah sebesar 1,70 persen per November 2025. Penyaluran kredit di Kaltim masih didominasi oleh sektor pertambangan dan rumah tangga, dengan konsentrasi wilayah utama di Balikpapan dan Samarinda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....