Nilai Tukar Dolar ke Rupiah Kian Melambung

  • 26 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pergerakan nilai tukar dolar ke rupiah kembali mencatatkan momentum bersejarah pada penghujung Mei 2026. Mata uang dalam negeri terperosok ke titik terendah sepanjang sejarah akibat hantaman sentimen ekonomi global.

Tren pelemahan yang terjadi selama empat hari berturut-turut memaksa mata uang domestik bertekuk lutut. Kondisi fluktuatif ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan pelaku pasar modal dan investor keuangan.

Berdasarkan rangkuman data pasar spot pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, nilai tukar dolar ke rupiah ditutup menguat signifikan. Kurs rupiah melemah sebesar 0,29 persen atau terdepresiasi ke level Rp17.796 per dolar AS.

Tekanan eksternal kian nyata tercermin dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor Bank Indonesia. Otoritas moneter nasional menetapkan kurs tengah hari ini melemah ke posisi Rp17.789 per dolar AS.

Pelemahan tajam nilai tukar dolar ke rupiah dipengaruhi kuat oleh gejolak geopolitik global di Timur Tengah. Serangan militer terbaru di wilayah Iran selatan meruntuhkan ekspektasi damai yang tengah dibangun oleh koridor internasional.

Ketidakpastian politik internasional membuat permintaan terhadap aset aman semakin melambung tinggi. Selain itu, lonjakan harga minyak mentah global ikut membebani pos anggaran subsidi energi dalam negeri.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa kondisi fluktuasi ini dialami oleh banyak negara berkembang. "Rupiah ini undervalue dan banyak negara yang mengalami undervalue terhadap dolar," katanya.

Kelesuan ini merembet ke kawasan regional seiring terpukulnya mayoritas mata uang di Asia. Laporan keuangan mencatat mata uang Baht Thailand ikut memimpin penurunan regional dengan melemah sebesar 0,50 persen.

Di sisi domestik, pelemahan nilai tukar dolar ke rupiah juga dipicu oleh faktor musiman korporasi. Kenaikan permintaan valuta asing untuk pembayaran dividen triwulan II mempercepat aliran modal keluar dari pasar domestik.

Dampak penutupan pasar menjelang libur nasional minggu ini diprediksi akan menahan volume intervensi langsung pemerintah. Langkah taktis pengelolaan devisa diharapkan mampu memitigasi risiko jika pergerakan mata uang menembus batas psikologis baru.

Stabilisasi nilai tukar dolar ke rupiah kini menjadi fokus utama otoritas keuangan dan perbankan Indonesia. Harapan pasar bertumpu pada kebijakan bauran moneter Bank Indonesia untuk menjaga ketahanan fundamental ekonomi ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....