Inflasi Kaltim Maret 2026 Terkendali di tengah Lonjakan Permintaan
- 18 Apr 2026 10:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Tingkat inflasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode Maret 2026 tetap terjaga stabil meski terjadi peningkatan permintaan masyarakat selama rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan, Idulfitri, dan Nyepi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Maret 2026 mencatat inflasi sebesar 0,72 persen (mtm), sedikit meningkat dibanding bulan sebelumnya yang berada di angka 0,60 persen (mtm). Capaian ini membawa inflasi tahunan Kaltim ke level 3,31 persen (yoy), angka yang tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,48 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, mengungkapkan bahwa peningkatan tekanan IHK pada periode ini terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok bahan makanan akibat tingginya konsumsi rumah tangga.
"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil inflasi terbesar yakni 0,52% (mtm) seiring meningkatnya permintaan pangan strategis. Selain itu, kelompok transportasi juga memberi andil 0,11 persen (mtm) karena tingginya mobilitas masyarakat serta penyesuaian harga BBM nonsubsidi," ujar Jajang dalam keterangan tertulisnya, yang diterima rri.co.id, Sabtu, 18 April 2026.

Komoditas utama penyumbang inflasi meliputi cabai rawit, bensin, ikan tongkol, ikan layang, dan tomat. Sebaliknya, kenaikan harga tersebut sedikit tertahan oleh deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, seperti penurunan harga emas perhiasan dan tas sekolah.
Menyikapi kondisi tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kaltim memperkuat sinergi melalui strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).
Sebagai langkah konkret, sepanjang Maret 2026 telah dilaksanakan 83 kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar di berbagai wilayah, dengan frekuensi tertinggi di Samarinda sebanyak 33 kali dan Kutai Kartanegara 16 kali.
"Kami terus memperkuat koordinasi melalui High Level Meeting dan mitigasi dini agar stabilitas harga di Kalimantan Timur tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu di tengah aktivitas ekonomi yang meningkat," kata Jajang, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....