Transaksi Nontunai Mulai Diterapkan di Seluruh Kawasan IKN

  • 10 Agt 2025 21:37 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Nusantara: Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) berkolaborasi dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) untuk menerapkan sistem transaksi nontunai atau cashless society di seluruh kawasan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari visi IKN untuk menjadi kota cerdas (smart city) yang modern dan efisien.

Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Desiderius Viby Indrayana, menjelaskan bahwa transaksi nontunai di IKN bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan.

"Ini tidak hanya bicara kepraktisan, tapi juga keamanan, kenyamanan, dan modernitas," ujarnya dalam sosialisasi bersama BNI dan BPJS, di kantor Kemenko 3 IKN, Minggu (10/8/2025).

BACA JUGA:

Otorita Siap Meriahkan HUT Kemerdekaan RI di IKN

Menurut Viby, dengan sistem transaksi nontunai, semua proses pembayaran di IKN akan menjadi lebih efisien dan transparan. Warga dan pekerja tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar, sehingga risiko kejahatan dapat diminimalisir.

Kolaborasi dengan BNI ini menjadi langkah awal untuk mengedukasi masyarakat, terutama para pekerja di sektor pengelolaan gedung dan kawasan, tentang manfaat dan cara penggunaan sistem pembayaran digital.

Selain itu, IKN juga memastikan kesejahteraan para pekerja. Melalui kolaborasi dengan BPJS, OIKN menjamin para pekerja mendapatkan hak-hak dasar, seperti upah sesuai UMP/UMK dan jaminan sosial, sehingga mereka dapat fokus pada pekerjaan dengan tenang. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, aman, dan mendukung pertumbuhan IKN secara menyeluruh.

BACA JUGA:

Pembangunan Pasar Sepaku dan RTH Libatkan KPBU-Swasta

Vice President Divisi Wholesale Transaction Product & Value Chain, BNI Pusat, menjelaskan sejumlah alasan, pentingnya transaksi nontunai di IKN. Menurutnya penerapan cashless society di IKN memiliki peran krusial dalam mewujudkan visi kota cerdas.

Dia menjelaskan, mengurangi penggunaan uang tunai berarti menurunkan risiko perampokan atau pencurian. Transaksi digital juga lebih praktis dan cepat, sehingga tidak perlu antri di kasir atau mencari uang kembalian. Transasksi nontunia juga lebih efisiensi dan transparan.

“Setiap transaksi nontunai tercatat secara digital. Hal ini memudahkan pengelolaan keuangan baik untuk individu maupun pemerintah, serta mencegah kebocoran atau praktik korupsi. Data transaksi yang terperinci juga membantu pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi yang lebih akurat,” ucap Fikri menerangkan.

BACA JUGA:

OIKN Sebut Izin Jual-Beli Tanah Lindungi Warga Lokal

Selain itu penggunaan sistem nontunai mencerminkan kemajuan teknologi. IKN yang mengadopsi sistem ini akan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. Hal ini juga membuka peluang bagi inovasi teknologi finansial (fintech) yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Otorita IKN dan BNI memastikan bahwa transisi ke sistem nontunai akan berjalan lancar dan semua pihak siap menyambut era digital di ibu kota baru. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan modern, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan IKN hingga ke akar rumput.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....