Layani Penukaran Uang, BI Balikpapan Siapkan Rp2 Triliun

  • 19 Feb 2026 00:00 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp2 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penyediaan uang tunai ini mencakup tiga wilayah kerja, yakni Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Balikpapan pada Rabu 18 Februari 2026.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan proyeksi kebutuhan uang tunai pada 2026 mencapai Rp2 triliun. Angka tersebut meningkat 11 persen dibandingkan periode 2025 yang sebesar Rp1,8 triliun.

“Peningkatan ini selaras dengan pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan tren positif di tiga wilayah kerja,” ujarnya.

Untuk meningkatkan efisiensi dan kepastian layanan, BI Balikpapan mengoptimalkan penggunaan Aplikasi PINTAR Bank Indonesia. Platform digital ini diterapkan guna meminimalkan antrean fisik serta memastikan distribusi uang rupiah menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan kas keliling tematik maupun penukaran terpadu dapat melakukan pendaftaran melalui situs resmi PINTAR mulai 13 Maret 2026.

Melalui sinergi bersama perbankan umum, Pegadaian, dan Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo), BI Balikpapan menyediakan 213 titik lokasi penukaran. Secara keseluruhan, tersedia 26.620 paket penukaran yang terbagi dalam dua tahap operasional, yakni:

  • Periode I: 18–27 Februari 2026

  • Periode II: 1–15 Maret 2026

Selain penyediaan uang tunai, Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”.

Masyarakat diharapkan menjaga kualitas uang rupiah dengan menerapkan metode 5J, yaitu jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi. Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai peredaran uang palsu melalui teknik 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Rekomendasi Berita