Komunitas Akar Kuning Gelar Festival Muara Benanga
- 03 Okt 2026 09:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Komunitas Akar Kuning menggelar Festival Muara Benanga di Kampung Muang, Samarinda, 3–4 Oktober 2026. Festival ini menjadi ruang untuk merawat pengetahuan ekologis perempuan sekaligus melestarikan tradisi masyarakat adat Dayak Benuaq.
Ketua Program Festival Muara Benanga, Nella Putri Giriani, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keresahan terhadap isu ekofeminisme. Menurutnya, kerusakan lingkungan dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan perempuan dan keluarga.
“Kenapa mama-mama nih yang paling keras suaranya? Karena tempat tinggalnya, alamnya itu kan rumah mereka. Saya sebagai ibu juga, rumah saya,” ujar Nella, dalam Sore Ceria Pro 2 RRI Samarinda, Jumat 2 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, perempuan memiliki peran penting dalam memastikan keluarga mendapatkan makanan dan lingkungan yang sehat. Karena itu, kerusakan alam dinilai tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Ketika alam dirusak, airnya seperti apa, yang kita ambil untuk makanan itu apakah sehat? Mama-mama mengusahakan anak-anaknya sehat, tidak terdampak polusi, hidup berkecukupan dan sejahtera,” ucap Nella.

Nama Akar Kuning sendiri diambil dari tanaman tradisional yang menjadi bagian dari pengetahuan pengobatan masyarakat. Tanaman tersebut digunakan sebagai simbol ketahanan dan kesehatan perempuan di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Timur.
Festival Muara Benanga terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 22.00 WITA dengan berbagai agenda edukatif, budaya, dan seni.
Rangkaian kegiatan meliputi lokakarya pangan lokal yang mengenalkan kuliner khas masyarakat adat. Pengunjung juga dapat mengikuti susur kampung untuk mengenal lingkungan Kampung Muang secara lebih dekat.
Selain itu, festival menghadirkan dialog kritis mengenai isu lingkungan dan panggung sastra. Pertunjukan tari tradisional, penampilan band lokal, serta pameran seni instalasi di Lamin turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Nella berharap Festival Muara Benanga dapat menjadi ruang bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjembatani kesadaran generasi muda terhadap persoalan lingkungan dan pengetahuan adat.
“Penginnya sih festival ini dapat dinikmati oleh semua orang yang datang, berjalan lancar, dan memberikan manfaat. Ke depannya, kami ingin program ini bisa dilaksanakan rutin, dua tahun sekali atau bagaimana gitu,” kata Nella.
Komunitas Akar Kuning berharap keberlanjutan festival dapat memperkuat upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Pengetahuan masyarakat adat juga diharapkan tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....