Filosofi Pendopo Jawa: Simbol Keterbukaan dan Gotong Royong

  • 30 Sep 2026 19:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Konsep arsitektur rumah tradisional Jawa (Griyo Jawi) terbukti tidak sekadar menjadi tempat tinggal fisik, melainkan wadah perekat hubungan sosial dan keterbukaan antarwarga. Struktur bagunan depan seperti pendopo tanpa dinding menjadi bukti otentik pentingnya nilai keterbukaan serta budaya gotong royong yang diwariskan leluhur Nusantara.

Pemaknaan tata ruang tradisional tersebut menjadi pokok bahasan utama dalam siaran kebudayaan "Pantas Jawa" di Pro 4 RRI Samarinda, dikutip Rabu 30 September 2026. Diskusi ini mengupas bagaimana arsitektur kuno dirancang secara bijak untuk mempererat silaturahmi sosial masyarakat.

Pegiat budaya Jawa, Mbah Sapar, menggarisbawahi tata ruang bagian depan rumah Jawa sengaja dirancang lapang tanpa sekat agar siapa saja dapat diterima dengan hangat oleh pemilik rumah.

"Bagian pendopo itu posisinya paling depan dan selalu terbuka tanpa dinding, menandakan bahwa pemilik rumah siap menerima tamu dan masyarakat sekitar tanpa membeda-bedakan latar belakang," ujarnya.

Ia menjelaskan, selain sebagai tempat menerima tamu, pendopo juga berfungsi sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan, mulai dari musyawarah warga, pergelaran seni, hingga ruang menyelesaikan konflik lokal secara kekeluargaan.

Selain itu, ia juga menekankan tata susunan Griyo Jawi mencerminkan jenjang interaksi sosial yang teratur namun tidak kaku.

"Secara bertahap, tamu diterima di pendopo, lalu jika hubungan sudah semakin dekat baru diajak masuk ke ruang pringgitan atau peringgitan. Tata ruang ini mengajarkan etika dan sopan santun dalam bermasyarakat," kata Mbah Sapar menjelaskan.

Mbah Sapar menambahkan, konsep bangunan terbuka ini mengandung pesan agar manusia tidak menutup diri dari lingkungan sosialnya serta selalu siap ulur tangan membantu tetangga yang membutuhkan.

Melalui penataan ruang yang inklusif ini, arsitektur tradisional Jawa memberikan pelajaran berharga bagi kehidupan modern di kawasan perkotaan agar nilai kebersamaan dan kegotongroyongan tidak luntur ditelan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....