Di Tengah Erau 2026, Bupati Kukar Ajak Warga Jaga Alam dan Cegah Karhutla
- 20 Sep 2026 09:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Tenggarong - Pesan menjaga alam disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri dalam sambutannya pada pembukaan Erau 2026 di Stadion Rondong Demang, Minggu, 20 September 2026.
Di tengah rangkaian perhelatan budaya yang berlangsung selama sepekan, Aulia mengajak masyarakat ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada munculnya kabut asap.
Aulia mengawali pesannya dengan mengajak seluruh masyarakat mendoakan agar karhutla yang terjadi dapat segera teratasi dan kondisi lingkungan kembali membaik.
“Kita doakan saudara-saudara kita yang saat ini masih berjuang menghadapi karhutla. Dampaknya tentu kita rasakan bersama, terutama munculnya kabut asap yang mengganggu,” kata Aulia.
Ia kemudian mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang rawan memicu kebakaran.
Menurutnya, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara pembakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan. Jangan membakar lahan dan kalau melihat adanya kebakaran, segera laporkan,” ujarnya.
Aulia juga mengingatkan masyarakat yang mengikuti berbagai rangkaian Erau 2026 untuk memperhatikan kondisi kesehatan, khususnya apabila kualitas udara kembali memburuk akibat kabut asap.
Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker selama mengikuti rangkaian kegiatan Erau, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak asap.
Di sisi lain, Aulia mengajak masyarakat tidak mempertentangkan kondisi alam dengan pelaksanaan Erau. Menurutnya, kegiatan budaya dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan.
“Jangan kita benturkan kondisi alam dengan prosesi kegiatan Erau yang kita laksanakan,” katanya.
Aulia menyebut kondisi cuaca dan udara pada pembukaan Erau 2026 terlihat lebih baik dibandingkan kondisi sekitar sepekan sebelumnya ketika kabut asap cukup pekat menyelimuti sejumlah wilayah.
Ia memaknai membaiknya kondisi alam pada pagi hari pembukaan Erau sebagai momentum untuk terus menjaga hubungan harmonis antara manusia, budaya dan lingkungan.
“Seminggu lalu asap pekat terjadi. Keberkahan Erau, semesta mengamini, alam dan cuacanya membaik seperti pada pagi hari ini,” tutur Aulia.
Rangkaian Erau 2026 berlangsung pada 20–27 September. Selain menjadi perhelatan untuk melestarikan tradisi dan budaya Kutai, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Erau, bahwa kemeriahan budaya tetap perlu berjalan bersama tanggung jawab menjaga alam sebagai ruang hidup masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....