Festival Dalang Muda 2026 Jadi Ruang Regenerasi Wayang di Kaltim
- 23 Agt 2026 11:46 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Regenerasi pelaku seni wayang terus menjadi perhatian di tengah perkembangan teknologi dan perubahan minat generasi muda. Festival Dalang Muda 2026 menjadi salah satu ruang bagi dalang muda di Kalimantan Timur untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjaga keberlanjutan seni pedalangan.
Festival tersebut diselenggarakan di Halaman GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda, pada Minggu 23 Agustus 2026. Kegiatan digelar Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (DPP IKA PAKARTI) Kaltim bekerja sama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kaltim.
Dalang asal Kutai Kartanegara, Ki Dewangkara Dwi Tri Ahya atau Iwang, menjadi salah satu peserta yang tampil mewakili daerahnya. Iwang mengaku berasal dari Tenggarong Seberang, tepatnya Desa Bangun Rejo, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Iwang mengatakan, persiapan menjadi bagian penting sebelum tampil dalam sebuah festival pedalangan. Menurutnya, latihan bersama pengrawit dan penyusunan naskah pertunjukan telah dilakukan jauh sebelum pelaksanaan kegiatan.
“Mulai latihan sama teman-teman pengrawit, terus mempersiapkan naskah untuk pertunjukan wayangnya nanti bagaimana. Itu sudah dipersiapkan jauh sebelum acara,” kata Iwang.

Iwang menilai tantangan seorang dalang di Kalimantan Timur cukup beragam, terutama karena pusat perkembangan seni wayang lebih banyak berada di Pulau Jawa. Namun, kondisi tersebut justru menjadi tanggung jawab bagi para pelaku seni untuk terus memperkenalkan budaya wayang kepada generasi muda.
Menurut Iwang, seorang dalang muda tidak hanya dituntut menguasai cerita dan teknik pedalangan, tetapi juga perlu mencari cara agar kesenian tersebut dapat menarik perhatian generasi baru. Festival Dalang Muda 2026 pun diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan minat masyarakat terhadap seni budaya tradisional.
Dalam festival tersebut, para peserta diberikan kebebasan memilih lakon yang akan dibawakan. Namun, panitia menetapkan durasi pertunjukan selama 45 menit sehingga dalang dituntut mampu menyampaikan inti cerita secara efektif. Iwang sendiri memilih membawakan lakon Gatotkaca Gugur. Melalui penampilannya, ia berharap masyarakat dapat terus memberikan ruang kepada generasi muda yang ingin mendalami seni pedalangan.
Festival Dalang Muda 2026 sekaligus menunjukkan proses regenerasi seni wayang tetap berlangsung di Kalimantan Timur. Kehadiran dalang-dalang muda dari berbagai daerah menjadi modal penting agar warisan budaya tersebut tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....