Melestarikan Permainan Gasing Tradisional Kutai di Era Digital
- 27 Agt 2026 08:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pelestarian gasing Kutai sebagai salah satu warisan permainan tradisional Kalimantan Timur dinilai makin krusial di tengah gempuran teknologi modern. Komunitas pegiat budaya terus mendorong generasi muda untuk mengenal kembali nilai kebersamaan, ketangkasan, dan kearifan lokal yang terkandung dalam permainan rakyat tersebut.
Melalui siaran program Pesona Antar Komunitas (Pantas) Kutai di Pro 4 RRI Samarinda pada Rabu, 29 Juli 2026, isu pelestarian gasing Kutai dibahas bersama para pegiat budaya, menyoroti tantangan sekaligus strategi agar gasing Kutai tetap relevan di masa kini.
Pegiat budaya Kutai, Busu Ipay Kedawit, menegaskan bahwa gasing bukan sekadar alat permainan kayu biasa, melainkan media silaturahmi yang sarat filosofi tatanan sosial. Menurutnya, proses pembuatan gasing hingga teknik memainkannya membutuhkan kesabaran serta penghormatan terhadap alam sekitar.
"Gasing Kutai ini memiliki nilai historis dan kebersamaan yang sangat tinggi. Dulu, bermain gasing menjadi sarana berkumpul warga antar-kampung setelah masa panen, sehingga nilai gotong royong dan keakraban antar-warga terpelihara dengan baik," ujar Busu Ipay.
Ia menambahkan, pergeseran minat anak-anak zaman sekarang ke permainan digital menjadi tantangan utama yang harus disikapi secara bijak. Diperlukan inovasi dalam pengemasan arena bermain serta sosialisasi yang berkelanjutan agar generasi muda tertarik mencoba permainan fisik tradisional ini.
Senada dengan hal tersebut, pegiat budaya Kutai lainnya, Busu Norsyamdani, menggarisbawahi pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga pendidikan. Menurutnya, memasukkan gasing ke dalam kegiatan muatan lokal atau festival budaya berkala dapat mencegah permainan warisan leluhur ini hilang ditelan zaman.
"Kita tidak boleh membiarkan gasing Kutai ini hanya menjadi kenangan atau pajangan di museum saja. Harus sering dibuatkan turnamen atau festival di sekolah-sekolah dan ruang publik agar anak-anak mengenal langsung keasyikannya," kata Busu Norsyamdani saat memberikan pandangannya.
Melalui kolaborasi antara pegiat media siaran, komunitas lokal, dan pemerintah, diharapkan gasing Kutai terus mendapatkan ruang regenerasi. Pelestarian ini menjadi bagian penting dari menjaga identitas serta kekayaan budaya nusantara di tanah Benua Etam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....