Budaya Kaltim Jangan Berhenti Jadi Tontonan, Regenerasi Jadi Kunci

  • 25 Agt 2026 14:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda– Keberagaman budaya di Kalimantan Timur menghadapi tantangan regenerasi di tengah perubahan selera dan pola hidup generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menilai pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui pertunjukan. Seni tradisional harus memiliki ruang tumbuh sekaligus generasi penerus yang mampu menjaga keberlangsungannya.

Pernyataan itu disampaikan Seno Aji di Samarinda, Minggu malam, 23 Agustus 2026 dalam perayaan Milad ke-23 sekaligus pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ika Pakarti periode 2026–2031. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat sebagian anak muda lebih akrab dengan budaya populer dibandingkan kesenian tradisional.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan seni seperti wayang kulit dan pedalangan. Tanpa regenerasi, kesenian yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat berisiko kehilangan pelaku sekaligus penontonnya.

“Kaltim membutuhkan lebih banyak generasi muda yang mau belajar dan tampil menjadi dalang. Dengan lomba yang telah digelar ini akan menambah khasanah dalang-dalang muda kita,” ucap Seno Aji yang juga sebagai Ketua Umum DPP Ika Pakarti.

Karena itu, regenerasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pelaku seni. Pemerintah, komunitas, keluarga, sekolah, hingga organisasi masyarakat memiliki ruang untuk memperkenalkan seni budaya kepada anak-anak dan remaja.

Upaya tersebut penting karena budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat identitas, nilai kehidupan, sejarah, sekaligus cara masyarakat mengenali akar daerahnya.

Kaltim sendiri memiliki keragaman budaya yang hidup berdampingan. Selain budaya lokal seperti Kutai dan Dayak, berbagai kesenian masyarakat pendatang juga berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sosial di Benua Etam.

Keragaman itu terlihat dari keberadaan reog, jaranan, barongsai, kuda lumping, tari gambyong, jepen hingga kesenian Dayak Mahakam Ulu. Berbagai ekspresi budaya tersebut menunjukkan bahwa identitas Kaltim dibentuk oleh perjumpaan banyak komunitas.

Menurut Seno Aji, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan yang perlu dirawat bersama. Pemerintah Provinsi Kaltim, kata dia, akan terus membuka ruang bagi organisasi kedaerahan dan komunitas seni untuk mengembangkan kebudayaan.

“Kami akan rangkul semua kesenian daerah. Jangan sampai ada yang hilang karena tidak lagi punya generasi penerus,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting ketika pelestarian budaya berhadapan dengan perubahan zaman. Anak muda tidak harus dijauhkan dari teknologi untuk mencintai budaya, tetapi justru dapat diarahkan menggunakan teknologi sebagai sarana mengenalkan seni daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Dengan pendekatan itu, kesenian tradisional tidak hanya bertahan di panggung-panggung lokal. Pelaku seni muda dapat memiliki kesempatan mengembangkan kreativitas, membangun komunitas, hingga membawa budaya Kaltim ke tingkat nasional.

Seno Aji juga mendorong munculnya lebih banyak dalang muda melalui ajang pembinaan dan kompetisi. Menurutnya, regenerasi pelaku seni harus dimulai sejak usia muda agar keberlangsungan kesenian tradisional tidak terputus.

Pelestarian budaya pada akhirnya bukan hanya tentang mempertahankan bentuk kesenian. Yang lebih penting adalah memastikan nilai dan pengetahuan di dalamnya tetap dipahami, dipraktikkan, serta mampu beradaptasi dengan kehidupan generasi baru.

Bagi Kaltim yang tengah bergerak menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru, kebudayaan juga memiliki posisi strategis. Identitas daerah dapat menjadi kekuatan sosial sekaligus bagian dari daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif.

Karena itu, menjaga budaya berarti menyiapkan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, menciptakan, dan mengembangkan kembali warisan yang mereka miliki. Dengan cara tersebut, budaya Kaltim tidak berhenti sebagai peninggalan, tetapi terus hidup bersama perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....