Kenapa Sandima Kaltim Berbeda dari Mamanda Banjar? Ini Penjelasan Maestro

  • 19 Sep 2026 18:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Sandiwara Mamanda (Sandima) di Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki sejumlah perbedaan dengan Mamanda klasik yang berkembang di Banjar, Kalimantan Selatan. Mulai dari musik, kostum, pembukaan pertunjukan, hingga penggunaan sastra dalam pementasan.

Maestro Sandima, Elansyah Jamhari mengatakan, perbedaan tersebut menjadi salah satu alasan Sandima memiliki karakter tersendiri hingga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada 2026.

“Kenapa Sandima ini sudah menjadi WBTb, karena memang berbeda dengan Mamanda yang ada di Banjar. Bedanya banyak sekali,” kata Elansyah, dikutip rri.co.id, Sabtu, 19 September 2026.

Menurutnya, dari sisi kostum, Sandima lebih banyak mendapat pengaruh budaya Kesultanan Kutai Kartanegara. Salah satunya, terlihat dari penggunaan ketopong yang menjadi bagian dari busana tokoh dalam pertunjukan.

Ketopong merupakan penutup kepala tradisional atau mahkota yang terbuat dari logam mulia seperti emas dan dihiasi batu permata. Sementara itu, lanjutnya, Mamanda di Banjar lebih dikenal dengan penggunaan laung atau ikat kepala tradisional.

"Nah, ketopong yang digunakan dalam Sandima ini juga mendapat pengaruh dari Kerajaan Kutai dan Kerajaan Berau," ucap Elansyah.

Maestro Sandima, Elansyah Jamhari. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Perbedaan lainnya juga terdapat pada musik pengiring. Jika Mamanda Banjar menggunakan musik panting, Sandima menggunakan tingkilan yang lebih dekat dengan tradisi musik di Benua Etam.

Selain musik dan kostum, perbedaan lainnya terletak pada bagian pembuka pertunjukan. "Sangat berbeda. Kalau di Banjar menggunakan namanya ladon, kita menggunakan tarsul sebagai pembuka," kata Elansyah.

Tak hanya itu, sambungnya, Sandima juga menkankan pada penggunaan pantun yang menjadi bagian penting untuk menghibur penonton. Selain pantun, unsur sastra seperti syair turut dipertahankan dalam pementasan sebagai bagian dari ciri khas kesenian ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....