Balai Bahasa Kaltim Dorong Kolaborasi untuk Lestarikan Bahasa Daerah

  • 18 Agt 2026 07:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Upaya melestarikan bahasa daerah melalui buku cerita anak tidak cukup dengan menerbitkan dan mendistribusikannya saja. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menilai keterlibatan sekolah, taman bacaan masyarakat (TBM), guru, komunitas hingga pemerintah diperlukan agar buku benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.

Buku cerita anak dwibahasa yang diterbitkan Balai Bahasa Kaltim memuat cerita dalam bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Sejak 2023, sejumlah bahasa daerah telah diangkat, seperti bahasa Berau, Tidung, Bulungan, Dayak Kenyah, Paser, Kutai, dan terbaru bahasa Benuaq.

Kehadiran berbagai pihak sebagai mitra literasi dinilai penting. Buku cerita anak tersebut diharapkan hadir dalam berbagai aktivitas yang melibatkan anak, baik di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Balai Bahasa Kaltim membuka ruang bagi TBM untuk memanfaatkan buku tersebut melalui kegiatan membaca nyaring, pendampingan belajar, hingga kegiatan literasi lainnya. Buku juga tersedia dalam bentuk digital sehingga dapat diakses masyarakat yang tidak memperoleh versi cetak.

Kolaborasi tersebut juga telah dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif. “Beberapa tahun lalu pernah diadakan lomba mendongeng dan mengulas buku. Peserta yang terdiri dari anak-anak antusias untuk menggunakan buku terbitan kami. Secara tidak langsung ini sebagai strategi memperkenalkan buku terbitan Balai Bahasa Kaltim,” ujar Evi Melila Sari, dikutip Senin, 17 Agustus 2026.

Kolaborasi juga diperlukan untuk memastikan buku yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan pembaca. Balai Bahasa Kaltim membuka ruang bagi masyarakat, khususnya guru, untuk memberikan masukan mengenai tema cerita yang relevan dengan kondisi anak di sekolah. Masukan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan buku pada tahun berikutnya.

Dengan demikian, pelestarian bahasa daerah melalui buku membutuhkan kontribusi yang melibatkan banyak pihak. Balai Bahasa menyediakan produk kebahasaan, lalu masyarakat dapat mengambil peran dalam memastikan buku tersebut dibaca dan diperkenalkan kepada generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....