Buku Cerita Anak Jadi Cara Lestarikan Bahasa Daerah
- 17 Agt 2026 20:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pelestarian bahasa daerah menghadapi tantangan ketika generasi muda semakin jarang menggunakan bahasa lokal dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menghadirkan buku cerita anak dwibahasa sebagai salah satu upaya memperkenalkan kembali bahasa daerah kepada anak-anak.
Buku tersebut menggunakan bahasa daerah yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga anak dapat mengenal kosakata lokal sekaligus memahami arti dari cerita yang dibaca.
Tim kerja penerjemahan Balai Bahasa Kaltim menyebut buku-buku tersebut telah mengangkat sejumlah bahasa daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Pemilihan bahasa dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan penutur yang masih aktif serta potensi untuk mengembangkan cerita dalam bahasa tersebut.
Evi Melila Sari dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menjelaskan bahwa membaca buku dwibahasa dapat membantu anak menambah pemahaman dan kosakata bahasa daerah secara bertahap. Anak tidak harus menerima pembelajaran bahasa secara formal, tetapi dapat mengenalnya melalui cerita yang menarik.
“Secara tidak langsung bisa meningkatkan pemahaman maupun jumlah kosakata yang mereka miliki,” ujar Evi, dikutip Selasa, 17 Agustus 2026.
Upaya tersebut menjadi semakin penting, karena tidak semua anak memahami bahasa daerahnya masing-masing. Dalam proses uji keterbacaan buku, Balai Bahasa menemukan anak-anak yang bahkan baru mengetahui keberadaan bahasa daerah tertentu. Hal ini menunjukkan pengenalan bahasa lokal perlu dilakukan melalui media yang mudah diterima anak.
Proses penyusunannya juga melibatkan penutur jati untuk memastikan bahasa dan unsur budaya yang ditampilkan tetap sesuai. Penulis dan ilustrator perlu melakukan riset mengenai nama tokoh, pakaian adat, lokasi hingga berbagai detail budaya lokal sebelum buku diterbitkan.
Balai Bahasa Kaltim berharap buku-buku tersebut dapat menjadi salah satu sumber bagi anak untuk mempelajari bahasa daerahnya sendiri. Akses digital yang gratis juga membuka kesempatan bagi masyarakat di luar Kalimantan untuk mengenal bahasa dan kebudayaan Kaltim serta Kaltara melalui cerita anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....