Milad ke-23, IKA Pakarti Kaltim Dorong Regenerasi Budaya lewat Lomba Dalang Remaja
- 22 Agt 2026 11:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Upaya menjaga keberlanjutan seni dan budaya tradisional menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian Milad ke-23 IKA Pakarti Kalimantan Timur. Melalui lomba dalang remaja, generasi muda akan diberikan ruang untuk mengenal sekaligus melanjutkan warisan budaya wayang kulit.
Lomba tersebut akan digelar sebelum puncak pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Pandowo Mbangun Projo di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, pada Minggu 23 Agustus 2026. Pagelaran akan menampilkan Dalang Ki Aan Bagus Saputro bersama Karawitan Etam Laras Samarinda serta bintang tamu Gareng Pacitan.
Sekretaris DPP IKA Pakarti Kaltim, Bambang Pininto, mengatakan lomba dalang remaja memiliki makna penting dalam proses regenerasi pelaku seni tradisional. Menurutnya, generasi muda perlu diperkenalkan sejak dini kepada budaya leluhur agar keberadaannya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
“Esensinya adalah nguri-nguri budaya, yaitu regenerasi. Jadi anak-anak muda itu sedini mungkin kita kenalkan budaya leluhurnya,” kata Bambang Pininto pada Jumat 21 Agustus 2026.
Bambang mengatakan, wayang kulit merupakan bagian dari kekayaan budaya Jawa yang perlu terus diperkenalkan secara terbuka kepada berbagai kalangan. Menariknya, peserta lomba tidak hanya berasal dari latar belakang budaya Jawa, bahkan terdapat peserta non-Jawa yang memiliki minat untuk belajar dan memainkan seni pewayangan.
Menurut Bambang, panitia menyiapkan berbagai kebutuhan peserta, mulai dari properti hingga pembinaan. Hadiah yang diberikan bukan semata-mata untuk mendorong persaingan, melainkan sebagai bentuk apresiasi terhadap proses belajar generasi muda dalam memahami seni tradisional.
“Memang ada hadiahnya, tetapi bukan untuk berkompetisi. Ini sebagai simbol apresiasi bahwa kami menghargai apa yang mereka pelajari dan generasi muda juga bisa mewarisi budaya leluhurnya,” ujarnya.
Selain lomba dalang remaja, rangkaian Milad ke-23 IKA Pakarti Kaltim juga diisi dengan pertunjukan Reog, Barongsai, dan Jaranan. Bambang berharap berbagai pertunjukan tersebut dapat menjadi ruang pertemuan lintas budaya sekaligus memperkuat semangat pelestarian kebudayaan di Kalimantan Timur
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....