Peran Universitas Mulawarman dalam Revitalisasi Lagu Daerah Kaltim
- 19 Jul 2026 13:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pelestarian budaya daerah membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar warisan budaya tetap hidup dan berkembang. Semangat tersebut diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Program Studi Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman (Unmul) bersama Sanggar Pesona Budaya Borneo.
Program tersebut berfokus pada revitalisasi lagu daerah Kalimantan Timur melalui pembaruan aransemen musik serta produksi video klip. Selain menghasilkan karya baru, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan kepada mahasiswa dan anggota sanggar, mengenai proses produksi audio visual yang profesional.
Koordinator Program Studi Etnomusikologi FIB Unmul, Aris Setyoko mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan hasil kajian keilmuan agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Peran perguruan tinggi sangat vital dalam pengembangan dan pelestarian budaya. Hasil penelitian dan keilmuan harus dibawa ke masyarakat, melalui kegiatan pengabdian sehingga mampu mendorong inovasi dan pengembangan seni budaya," ujar Aris.
Selama proses produksi, tidak hanya mempelajari teknik bermusik saja. Namun juga mendapatkan pengalaman mengenai pengambilan gambar, pencahayaan, penyusunan konsep visual, hingga proses penyuntingan video. Kegiatan tersebut melibatkan dosen, mahasiswa, komunitas seni serta praktisi di bidang media visual.
Ketua Tim Pengabdian dan Dosen Prodi Etnomusikologi FIB Unmul, Zamrud Whidas Pratama mengatakan kolaborasi lintas bidang menjadi faktor penting dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Pembuatan video klip membutuhkan perencanaan yang matang dari berbagai aspek.
"Ternyata membuat video klip yang baik membutuhkan proses panjang. Ada pencahayaan, pengambilan sudut gambar, tata rias hingga penyusunan konsep visual yang harus dipikirkan secara bersama-sama," kata Zamrud, dikutip Minggu, 19 Juli 2026.
Program tersebut juga melibatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Temindung Creative Hub serta sejumlah praktisi seni dan media. Sinergi tersebut menunjukkan pelestarian budaya akan lebih efektif, ketika seluruh elemen saling mendukung sesuai dengan perannya masing-masing.
Kolaborasi serupa diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak karya budaya Kalimantan Timur yang lahir melalui pendekatan kreatif. Sehingga musik tradisional memiliki peluang lebih besar untuk dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....