Video Klip Perkuat Promosi Musik Daerah
- 18 Jul 2026 22:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Musik daerah tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan karakter masyarakat di setiap daerah. Namun, di tengah derasnya arus konten digital, lagu-lagu tradisional menghadapi tantangan untuk tetap menarik perhatian generasi muda.
Menjawab kondisi tersebut, Program Studi Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman (Unmul) menggagas revitalisasi lagu daerah Kalimantan Timur melalui produksi video klip.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didukung Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Sasaran utamanya adalah Sanggar Pesona Budaya Borneo yang selama ini aktif melestarikan seni budaya Kalimantan Timur melalui musik dan tari.
Dosen Prodi Etnomusikologi FIB Unmul, Zamrud Whidas Pratama, menjelaskan revitalisasi dilakukan terhadap lagu Lembuswana dan Kemilau Budaya yang telah lama dikenal masyarakat. Menurutnya, kedua lagu tersebut perlu diperbarui agar mampu menjangkau selera pendengar masa kini.
"Lagu Kemilau Budaya dan Lembuswana sudah sekitar delapan tahun belum mendapatkan pembaruan. Kami ingin menghadirkan nuansa yang lebih kekinian melalui aransemen baru dan visualisasi video klip sehingga tetap diminati generasi muda," ujar Zamrud kepada RRI Pro4 Samarinda.
Di era digital, masyarakat tidak hanya menikmati musik melalui audio, tetapi juga melalui sajian visual yang menarik. Dengan adanya video klip, unsur budaya seperti busana, ornamen hingga kekayaan seni Kalimantan Timur dapat diperkenalkan secara luas kepada masyarakat.
| Baca juga: Teknologi AI Jadi Peluang Promosi Budaya |
Selain menyajikan hiburan, video klip juga diharapkan menjadi media promosi budaya. Platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok hingga Spotify dinilai mampu memperluas jangkauan lagu daerah hingga tingkat nasional dan internasional.
Koordinator Program Studi Etnomusikologi FIB Unmul, Aris Setyoko mengatakan transformasi digital merupakan bagian penting dalam pelestarian budaya. Tradisi harus mampu berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi identitasnya.
"Musik tradisi tidak boleh berhenti berkembang. Justru perlu sentuhan baru sesuai perkembangan zaman tanpa meninggalkan pakem-pakem budaya yang menjadi ciri khasnya," kata Aris.
Melalui inovasi tersebut, lagu-lagu daerah Kalimantan Timur diharapkan mampu menjadi karya yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Revitalisasi melalui video klip menjadi salah satu langkah, agar musik tradisional tetap relevan sekaligus memperkuat promosi budaya daerah di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....