Generasi Muda dan Peran Baru dalam Menjaga Musik Tradisional Kaltim
- 11 Jul 2026 15:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Ketertarikan generasi muda terhadap musik tradisional menjadi salah satu harapan dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Meski musik modern semakin berkembang dan mendominasi ruang hiburan anak muda, masih ada generasi yang memilih mendalami musik tradisi melalui jalur akademik maupun praktik langsung di masyarakat.
Mahasiswa Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman, Muhammad Ferdy Ramadanur, mengatakan ketertarikannya terhadap musik tradisional berawal dari sebuah tantangan bersama sahabatnya untuk mengenal lebih jauh musik Nusantara. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian menemukan banyak hal menarik yang membuatnya semakin mendalami dunia musik tradisi.
"Awalnya saya dan teman saya punya tantangan untuk mengetahui musik Nusantara. Ketika terjun langsung ke dalam ranah musik tradisi, ternyata banyak pengalaman menarik yang membuat saya semakin dalam mempelajarinya," ujar Ferdy, dikutip Sabtu 11 Juli 2026.
Menurut Ferdy, pilihan untuk mempelajari musik tradisional memang masih sering dipertanyakan oleh sebagian masyarakat, terutama karena adanya anggapan bahwa musik tradisi kurang memiliki peluang di masa depan. Namun, ia meyakini setiap bidang memiliki jalannya masing-masing, termasuk dalam dunia seni dan budaya.
"Ada teman-teman yang bertanya, nanti kerja apa kalau mengambil etnomusikologi. Tapi bagi saya, ada jalannya masing-masing, bukan hanya kita yang memilih, tetapi terkadang bidang itu juga yang memilih kita," ujarnya.
Selama mempelajari musik tradisional, Ferdy mengaku mendapatkan pengalaman menarik ketika melakukan kegiatan di masyarakat. Ia menyebut, niat awal untuk mengenalkan pengetahuan justru berubah menjadi proses belajar dari masyarakat yang masih menjaga tradisi dalam kehidupan sehari-hari.
"Ketika datang ke suatu daerah dengan tujuan berbagi ilmu, ternyata justru kita yang dikenalkan dengan musik tradisi. Banyak masyarakat di Kalimantan Timur yang sudah menjadikan budaya itu bagian dari kehidupan mereka, hanya saja belum banyak terekspos," ujarnya Ferdy.
Ia mengatakan, salah satu tantangan terbesar dalam mempelajari musik tradisional adalah persoalan komunikasi, terutama ketika berhadapan dengan masyarakat dari latar budaya yang berbeda. Selain itu, memahami karakteristik suara dan keaslian sebuah instrumen juga menjadi proses penting dalam kajian etnomusikologi.
Ferdy menjelaskan, selama belajar etnomusikologi dirinya mempelajari berbagai karakter musik tradisional, mulai dari gamelan Bali, gamelan Jawa, musik Minang, musik Sumatera, hingga musik tradisi Kalimantan Timur seperti musik pedalaman, pesisir, dan Banjar. Baginya, setiap daerah memiliki ciri khas dan pengalaman budaya yang berbeda.
Untuk mendekatkan musik tradisional dengan anak muda, Ferdy menilai kolaborasi dan inovasi menjadi salah satu langkah penting. Ferdy juga mengajak generasi muda untuk aktif mendokumentasikan budaya yang ada di sekitar mereka dengan berbagai media yang tersedia.
"Apa pun yang teman-teman lihat dan rasakan, dokumentasikan dari sekarang dengan alat yang dimiliki. Karena itu menjadi cara untuk merekam perjalanan generasi kita untuk masa depan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....