Bahasa Indonesia Mendunia, Kini Dipelajari di 50 Negara
- 05 Jun 2026 12:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Ketika sebagian generasi muda Indonesia lebih memilih menggunakan istilah asing dalam percakapan sehari-hari, minat masyarakat dunia terhadap bahasa Indonesia justru terus meningkat.
Koordinator Divisi Keanggotaan Ikatan Duta Bahasa Kaltim dan Kaltara, Sonya Soraya Ghazlina, mengatakan bahasa Indonesia saat ini dipelajari oleh warga negara asing melalui berbagai program pendidikan.
Mengacu pada data dari laman Kemendikdasmen, terdapat lebih dari 143 ribu pembelajar aktif bahasa Indonesia dari berbagai negara. Selain itu, bahasa Indonesia juga telah diajarkan di sekitar 50 negara melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
“Di luar negeri justru antusiasme belajar bahasa Indonesia sangat tinggi. Banyak orang asing yang tertarik mempelajari bahasa dan budaya Indonesia,” kata Sonya, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Ketua Ikatan Duta Bahasa Kaltim dan Kaltara, Ana Maria, menjelaskan salah satu faktor yang membuat bahasa Indonesia diminati adalah struktur bahasanya yang relatif sederhana dibanding sejumlah bahasa asing lainnya.
Bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan bentuk kata kerja berdasarkan waktu seperti dalam bahasa Inggris. Pengguna cukup menambahkan keterangan waktu tanpa harus mengubah bentuk kata kerja yang digunakan.
Selain itu, kosakata bahasa Indonesia dinilai lebih konsisten dan mudah dipahami oleh pembelajar asing. Hal ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih sederhana.
Melalui program BIPA, pemerintah juga secara aktif mengirim tenaga pengajar ke berbagai negara untuk memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat internasional. Program tersebut menjadi bagian dari upaya internasionalisasi bahasa Indonesia.
Ana Maria menilai tingginya minat warga asing terhadap bahasa Indonesia seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia, untuk semakin bangga terhadap bahasa nasionalnya sendiri.
“Jika orang luar saja mau belajar bahasa Indonesia, kenapa kita yang tinggal di Indonesia justru tidak mau mempelajarinya lebih dalam?" ujarnya.
Di tengah arus globalisasi, bahasa Indonesia tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi nasional, tetapi juga semakin menunjukkan potensinya sebagai bahasa yang diperhitungkan di tingkat internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....