Tantangan Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Digital

  • 05 Jun 2026 11:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan media sosial dan budaya digital menghadirkan tantangan baru bagi eksistensi bahasa Indonesia di kalangan generasi muda. Penggunaan istilah asing yang semakin masif, membuat bahasa Indonesia kerap dipandang sebagai pilihan kedua dalam komunikasi sehari-hari.

Koordinator Divisi Keanggotaan Ikatan Duta Bahasa Kaltim dan Kaltara, Sonya Soraya Ghazlina, menilai fenomena tersebut terlihat dari maraknya penggunaan istilah campuran bahasa Inggris di media sosial.

Banyak anak muda yang menganggap kemampuan berbahasa Inggris sebagai tolak ukur kecerdasan atau status sosial. Akibatnya, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sering kali kurang mendapat perhatian.

“Kadang standar sosial yang terbentuk adalah semakin fasih berbahasa Inggris maka dianggap semakin pintar. Padahal mengutamakan bahasa Indonesia tetap penting sebagai identitas bangsa,” ujar Sonya, dikutip umat, 5 Juni 2026.

Meski demikian, Sonya menegaskan kondisi tersebut belum bisa disebut sebagai ancaman. Ia lebih melihatnya sebagai tantangan yang perlu dihadapi melalui edukasi dan pembiasaan sejak dini.

Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah Trigatra Bangun Bahasa, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Ketiga aspek tersebut dinilai harus berjalan seimbang.

Ana Maria selaku Ketua Ikatan Duta Bahasa Kaltim dan Kaltara menambahkan, pendekatan kepada generasi muda tidak harus dilakukan dengan cara menggurui. Konsisten dalam penggunaan bahasa jauh lebih efektif dibanding sekadar memberi nasihat.

“Kita tidak perlu menjadi polisi bahasa. Yang penting mulai memberi contoh dari keluarga, lingkungan pertemanan dan media sosial,” kata Ana Maria.

Di sisi lain, derasnya penggunaan istilah asing juga membuka peluang bagi masyarakat untuk semakin mengenal kekayaan kosakata bahasa Indonesia. Banyak padanan kata yang unik dan menarik, namun belum banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan generasi muda tetap bangga menggunakan bahasa Indonesia tanpa harus meninggalkan kemampuan berbahasa asing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....