Kebudayaan Samarinda Masih Terjaga di tengah Tantangan Modernisasi
- 03 Jun 2026 15:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Upaya pelestarian kebudayaan di Kota Samarinda menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, baik dari sisi modernisasi maupun penguatan sistem pelestarian budaya yang berkelanjutan.
Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Normalina, mengatakan kondisi kebudayaan di Samarinda perlu dilihat secara proporsional. Menurutnya, budaya lokal masih terjaga dan terus berkembang, namun tetap menghadapi tekanan dari perubahan sosial, budaya, dan perkembangan zaman.
"Kebudayaan di Samarinda masih terjaga dan ada kemajuan, tetapi juga masih banyak tantangan dalam menghadapi tekanan modernisasi, baik secara struktural maupun kultural," ujar Normalina dalam program Obrolan Budaya Pro 4 RRI Samarinda.
Dari sisi positif, arah kebijakan pemerintah dalam bidang kebudayaan dinilai semakin kuat. Kebudayaan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap pembangunan, melainkan mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia sekaligus penguatan identitas daerah.
Normalina menjelaskan, salah satu bentuk komitmen tersebut terlihat melalui program pendataan dan pengusulan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai lembaga pelestari budaya juga terus diperkuat melalui penyelenggaraan festival budaya, kegiatan seni, hingga pemanfaatan Rumah Budaya Kota Samarinda sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya.
"Kebudayaan tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi mulai dijadikan bagian dari pembangunan SDM dan identitas daerah melalui berbagai program yang dilaksanakan bidang kebudayaan,"katanya, dikutip Rabu 3 Juni 2026.
Ia menambahkan, sejumlah unsur budaya lokal Samarinda telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Salah satunya adalah Sarung Samarinda yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2016.
Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Samarinda kembali mengusulkan empat Warisan Budaya Takbenda untuk ditetapkan secara nasional. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya telah ditetapkan, sementara satu lainnya masih dalam tahap perbaikan dan penyempurnaan.
Meski demikian, Normalina mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah dalam upaya pelestarian budaya di Samarinda. Beberapa di antaranya adalah belum adanya strategi pelestarian yang terarah dan konsisten, serta masih terbatasnya regulasi turunan yang mendukung implementasi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan dan Undang-Undang Cagar Budaya.
Selain itu, pembaruan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) juga menjadi agenda penting yang perlu terus dilakukan agar kebijakan kebudayaan dapat berjalan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya sebenarnya sudah cukup baik, namun belum terorganisasi secara kuat dan menyeluruh. "Pelestarian budaya di Samarinda saat ini berada pada fase transisi, dari sekadar simbol menuju penguatan yang lebih substansial, tetapi belum matang, perlu sinergi dan pengembangan yang lebih kuat dalam pemajuan serta pelestarian kebudayaan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....