Pemajuan Kebudayaan Jadi Kunci Samarinda menuju Kota Pusat Peradaban

  • 03 Jun 2026 15:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kota Samarinda memiliki kekayaan budaya yang tumbuh dari perpaduan harmonis antara budaya lokal dan budaya masyarakat pendatang. Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma, mengatakan keberagaman budaya tersebut berkembang di sepanjang Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus.

Menurut Barlin, perkembangan budaya di Samarinda terus menunjukkan tren positif dengan dukungan para pelaku budaya di berbagai kecamatan. "Kita punya lebih dari 150 sanggar kesenian kebudayaan yang tersebar di 10 kecamatan serta kurang lebih 5.000 pelaku dan pelestari kebudayaan yang terus bergerak di bidang kebudayaan," ujarnya dalam Program Obrolan Budaya yang disiarkan, Minggu, 17 Mei 2026.

Selain komunitas budaya yang aktif, Kota Samarinda juga memiliki fasilitas pendukung pelestarian budaya dan sejarah. "Kita juga punya Museum Kota Samarinda di Jalan Bhayangkara dan rumah adat yang menjadi tempat penyimpan memori kolektif terkait kebudayaan,” ucapnya.

Dalam pembangunan daerah, kebudayaan memiliki posisi yang sangat penting dan bukan sekadar pelengkap. "Kebudayaan menjadi jantung penggerak pembangunan yang ada di Kota Samarinda, sekaligus mendukung visi Samarinda sebagai kota pusat peradaban," katanya.

Ia mengatakan sebagai bagian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bidang kebudayaan memiliki tugas merumuskan kebijakan dan mendorong pemajuan budaya daerah. "Salah satu tugas utama kami adalah membina, melestarikan, memanfaatkan serta mendorong pemajuan kebudayaan yang ada di Kota Samarinda,” ucapnya.

Perubahan status Samarinda sebagai kota mitra Ibu Kota Nusantara turut membawa tantangan dan peluang baru dalam pengelolaan budaya. Barlin menyebut kebudayaan harus bergerak dari akar budaya tradisional yang kuat untuk mendorong pembangunan Kota Samarinda menjadi kota modern dan terkemuka di Kalimantan.

Di sisi lain, pengembangan kebudayaan masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia mengungkapkan secara singkat ada tiga tantangan utama, yaitu regulasi, sumber daya manusia, dan anggaran, yang dinilai penting untuk mendukung pelestarian serta pemanfaatan budaya secara berkelanjutan.

Barlin berharap seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terlibat aktif dalam pemajuan kebudayaan daerah. "Kita harus melahirkan alternatif bahwa budaya-budaya lokal tidak kalah menjadi sumber hiburan dan penguatan identitas dibanding budaya dari luar, sehingga kebudayaan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Samarinda," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....