Pentingnya Melestarikan Bahasa Kutai Mulai Dari Sekolah Dasar

  • 11 Apr 2026 11:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Upaya pelestarian bahasa daerah terus digencarkan guna menjaga identitas budaya di Kalimantan Timur. Melalui program Pesona Antar Komunitas Kutai di Pro 4 RRI Samarinda, para penggiat budaya menekankan pentingnya pengenalan kosakata bahasa Kutai sejak dini, khususnya bagi siswa sekolah dasar.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kepunahan bahasa ibu di tengah arus modernisasi yang kian kuat.

Narasumber utama, Busu Ipay Kedawit, menyatakan bahasa Kutai merupakan salah satu ikon penting masyarakat Kalimantan Timur yang harus terus dipertahankan. Ia menyoroti mulai berkurangnya penggunaan bahasa Kutai dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kota besar seperti Samarinda.

“Bahasa dan budaya etam ini adalah salah satu ikon orang Kalimantan Timur. Jadi, biar bagaimana pun kita mengakui orang Kutai, tetapi jika tidak memahami bahasa Kutai, orang lain tidak akan percaya. Karena itu, pertahankan budaya dan bahasa kita, jangan sampai kalah,” ujarnya, dikutip Sabtu 11 April 2026.

Menurutnya, pengenalan bahasa Kutai di sekolah sebaiknya tidak langsung diberikan dalam bentuk materi yang kompleks. Pendekatan yang efektif adalah melalui pengenalan kosakata sederhana sebagai dasar pembelajaran, sebelum masuk ke struktur kalimat yang lebih lanjut. Metode ini dinilai serupa dengan pembelajaran bahasa asing.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah pendengar juga menyayangkan hilangnya mata pelajaran muatan lokal bahasa Kutai di beberapa sekolah. Kondisi ini terjadi akibat perubahan kebijakan maupun pergantian kepemimpinan di tingkat pendidikan.

Mereka mengusulkan agar pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan kembali memperkuat kurikulum bahasa daerah, dengan memanfaatkan media pembelajaran yang lebih kreatif, seperti animasi dan film pendek.

Selain itu, diskusi juga menyoroti tantangan sosial yang dihadapi penutur bahasa Kutai. Perbedaan makna kosakata dengan bahasa daerah lain kerap menimbulkan kesalahpahaman, sehingga membuat sebagian penutur merasa sungkan menggunakan bahasa Kutai di ruang publik.

Para penggiat budaya mengajak masyarakat untuk menghilangkan rasa malu dan tetap bangga menggunakan bahasa Kutai sebagai bagian dari identitas diri.

Sebagai langkah konkret, diperlukan kolaborasi antara balai bahasa, praktisi pendidikan, dan tokoh masyarakat dalam menyusun kamus serta materi ajar yang mudah diakses oleh generasi muda. Dengan pengenalan kosakata yang tepat dan berkelanjutan, bahasa Kutai diharapkan tetap lestari dan menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....