Barayo Pengantin Baru: Tradisi Mempererat Kekerabatan Keluarga Minang
- 06 Apr 2026 14:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Tradisi "Barayo" bagi pasangan yang baru menikah tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan masyarakat Minangkabau pasca-hari raya Idulfitri. Tradisi ini merupakan momentum penting untuk memperkenalkan pengantin baru ke dalam silsilah keluarga besar secara lebih mendalam, melampaui sekadar pertemuan saat pesta pernikahan.
Dalam dialog budaya Pantas Minang di RRI Samarinda pada 28 Maret 2026, dijelaskan bahwa esensi dari Barayo adalah silaturahmi formal namun penuh kehangatan. Tradisi ini melibatkan kunjungan berombongan dari pihak keluarga laki-laki ke rumah pihak perempuan, atau sebaliknya, dengan membawa hantaran khas sebagai simbol penghormatan.
Narasumber pertama, Uni Yet, menekankan pentingnya pengenalan identitas dalam keluarga besar melalui momen ini. "Momen ini sangat ditunggu-tunggu karena pengantin baru akan diperkenalkan secara resmi. Yang dulunya belum terlalu kenal saat pesta pernikahan, di saat Barayo inilah hubungan menjadi lebih akrab dan dekat," ujarnya.
Terkait persiapan fisik dan jamuan, Uni Aziar menjelaskan bahwa ada peran aktif dari kedua belah pihak keluarga untuk menyukseskan tradisi ini. "Pihak keluarga laki-laki biasanya memberikan daging atau bumbu masakan kepada pihak perempuan. Nantinya, pihak perempuan akan memasak dan menyiapkan jamuan istimewa untuk menyambut rombongan keluarga besan," ujarnya mengenai persiapan hidangan.
Sementara itu, Uni Nel menyoroti nilai keberlanjutan dari tradisi ini yang harus dijaga oleh generasi muda agar tidak punah dimakan zaman. "Barayo bagi pengantin baru adalah tradisi kegembiraan. Ini adalah cara kita menghormati kehadiran anggota keluarga baru dan memastikan silaturahmi tetap terjaga dari generasi ke generasi," ucapnya.
Meski di perantauan pelaksanaannya lebih fleksibel dan sederhana dibandingkan di kampung halaman, nilai-nilai dasar Barayo tetap dipertahankan. Hal ini membuktikan bahwa meskipun masyarakat Minang merantau jauh, ikatan kekeluargaan dan penghormatan terhadap struktur adat tetap menjadi jati diri yang kokoh.
Melalui tradisi ini, pasangan baru tidak hanya membangun rumah tangga kecil, tetapi juga merajut simpul-simpul baru dalam jaring kekerabatan yang lebih luas, memastikan dukungan moral dan sosial dari keluarga besar tetap mengalir bagi kehidupan pernikahan mereka ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....