Tradisi Modiu Bulava Mpongeo Terus Dilestarikan sebagai Warisan Budaya Donggala

  • 16 Jul 2026 12:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Di tengah arus modernisasi, masyarakat Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terus melestarikan tradisi Modiu Bulava Mpongeo, sebuah ritual adat yang menjadi simbol hubungan manusia dengan Tuhan, leluhur, alam, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

Dilansir dari Indonesia.go.id, tradisi tersebut kembali digelar pada Selasa 7 Juli 2026, bertepatan dengan bulan Muharam. Sekitar 100 warga dari berbagai kalangan mengikuti prosesi yang berlangsung dengan khidmat.

Anak-anak, orang tua, tokoh adat, tokoh agama, hingga pemerintah desa turut ambil bagian dalam rangkaian ritual yang menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Towale.

Bagi masyarakat setempat, Modiu Bulava Mpongeo bukan sekadar seremoni adat, melainkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada leluhur, sekaligus sarana mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong.

Tradisi ini juga mencerminkan kesederhanaan yang tetap dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Donggala.

Prosesi diawali dengan persiapan adat yang dipimpin para tetua. Salah satu tahapan paling sakral adalah pengambilan air dari empat mata air yang dipercaya memiliki nilai spiritual.

Air tersebut kemudian dipadukan dengan dedaunan serta wewangian alami untuk digunakan dalam ritual pemandian Bulava Mpongeo. Bagi masyarakat, air melambangkan kesucian, keselamatan, dan doa agar keberkahan senantiasa menyertai desa.

Setiap tahapan ritual mengandung harapan agar hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam tetap terjaga dalam keseimbangan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama di tengah suasana alam Desa Towale yang asri.

Kepala Desa Towale, Muhammad Subhan Tahir, menegaskan keberlangsungan tradisi Modiu Bulava Mpongeo bergantung pada keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar warisan budaya tersebut tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....