Adu Domba dan Rahasia, Dua Amanah yang Sering Diabaikan
- 07 Okt 2026 09:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Banten – Perselisihan di tengah keluarga maupun masyarakat terkadang bermula dari sesuatu yang tampak sederhana: sebuah cerita yang disampaikan kepada orang lain. Dalam ajaran Islam, kebiasaan menyampaikan perkataan seseorang untuk memicu konflik dikenal sebagai namimah atau adu domba dan dipandang sebagai perbuatan yang harus dihindari.
Al Habib Jindan bin Novel bin Jindan menjelaskan, namimah dapat menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar daripada sekadar pertengkaran. Ia menyampaikan hal tersebut dalam kajian keislaman yang dikutip dari kanal YouTube Al Wafa Tarim, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Al Habib Jindan, namimah merupakan perbuatan menyampaikan perkataan seseorang kepada pihak lain dengan tujuan atau akibat menimbulkan permusuhan dan perselisihan. Karena itu, sebuah informasi yang sebenarnya sederhana dapat berubah menjadi persoalan besar ketika disampaikan tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Ia mencontohkan kisah seseorang yang mengadu domba pasangan suami istri melalui penyebaran fitnah. Hasutan tersebut memicu kesalahpahaman hingga berujung pada pembunuhan dan konflik berkepanjangan antarkeluarga. Kisah itu menjadi gambaran bahwa ucapan yang tidak dijaga dapat membawa konsekuensi serius bagi banyak orang.
Dalam kehidupan keluarga, Islam juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan anggota keluarga. Suami dan wali memiliki tanggung jawab membimbing keluarganya agar menjaga aurat, perilaku, serta adab dalam kehidupan sehari-hari sesuai tuntunan agama.
Kajian tersebut juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga sikap dan penampilan ketika berada di ruang publik. Salah satunya berkaitan dengan penggunaan wewangian secara berlebihan bagi perempuan ketika keluar rumah, terutama apabila dapat menarik perhatian laki-laki yang bukan mahram. Pesan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga kehormatan dan mencegah munculnya fitnah.
Selain lisan dan perilaku, amanah juga berkaitan dengan sesuatu yang sering dianggap sepele, yakni rahasia. Ketika seseorang mempercayakan persoalan pribadi kepada orang lain, kepercayaan tersebut tidak semestinya dibalas dengan menyebarkan cerita kepada pihak lain tanpa izin.
Al Habib Jindan menegaskan bahwa membongkar rahasia antara suami dan istri termasuk bentuk pengkhianatan terhadap amanah. Rumah tangga dibangun di atas kepercayaan, sehingga persoalan pribadi yang diketahui dalam hubungan tersebut seharusnya dijaga dan tidak dijadikan bahan percakapan di luar rumah.
Para ulama terdahulu bahkan menggambarkan hati orang-orang saleh sebagai “kuburan bagi rahasia”. Ungkapan tersebut menggambarkan sikap seseorang yang mampu menyimpan amanah dengan baik, meskipun mengetahui persoalan pribadi orang lain.
| Baca juga: Panduan Memilih Hewan Qurban Sehat dan Layak |
“Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa orang yang menyebarkan rahasia pasangannya termasuk golongan yang buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjaga lisan, menutup aib, serta menghormati privasi orang lain,” kata Al Habib Jindan.
Pesan tersebut menjadi relevan dalam kehidupan sosial saat ini ketika sebuah cerita dapat menyebar dengan cepat melalui percakapan pribadi maupun media sosial. Menjaga rahasia, memeriksa informasi sebelum menyampaikannya, serta menahan diri dari percakapan yang dapat memicu konflik menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antarmanusia.
Melalui ajaran tentang amanah, Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan antarsesama. Menjaga rahasia, menjauhi namimah, dan tidak menyebarkan aib merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan serta menciptakan kehidupan sosial yang lebih damai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....