Lima Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sesuai Syariat
- 26 Mei 2026 11:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Hari Raya Iduladha menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai perayaan hari besar keagamaan, Iduladha juga identik dengan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian sosial kepada sesama.
Bagi umat muslim yang berencana berkurban, memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat menjadi hal yang sangat penting. Hewan kurban yang baik tidak hanya memenuhi ketentuan agama, tetapi juga layak dikonsumsi dan aman bagi masyarakat. Dengan banyaknya penjual hewan kurban saat ini, masyarakat perlu lebih teliti sebelum membeli.
Melansir Baznas.go.id, berikut lima tips memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat Islam.
1. Pastikan Hewan Termasuk Hewan Ternak
Dalam syariat Islam, hewan yang diperbolehkan untuk kurban adalah hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta. Hewan-hewan tersebut telah memenuhi ketentuan sebagai hewan yang halal dan layak dijadikan kurban.
Karena itu, pastikan hewan yang dipilih berasal dari jenis ternak yang diperbolehkan dan dipelihara dengan baik.
2. Perhatikan Umur Hewan Kurban
Usia hewan kurban menjadi salah satu syarat penting dalam ibadah kurban. Untuk kambing dan domba, usia minimal yang diperbolehkan adalah satu tahun. Sementara sapi dan kerbau minimal berusia dua tahun.
Cara mengetahui usia hewan bisa dilakukan melalui catatan kelahiran ternak dari peternak. Selain itu, masyarakat juga dapat memeriksa kondisi gigi hewan. Pada kambing atau domba, pergantian gigi susu bagian depan biasanya menandakan usia sekitar 12 hingga 18 bulan. Sedangkan pada sapi dan kerbau, pergantian gigi terjadi pada usia sekitar 22 bulan.
3. Pilih Hewan yang Sehat dan Tidak Cacat
Hewan kurban harus dalam kondisi sehat dan tidak cacat. Hindari memilih hewan yang tampak lemas, kurus berlebihan, mengalami diare, demam, atau mengeluarkan cairan dari hidung dan mata.
Ciri hewan sehat biasanya memiliki mata cerah, bulu bersih dan mengilap, nafsu makan baik, serta gerakan lincah. Perhatikan juga pernapasan dan detak jantung hewan agar tetap normal.
Selain itu, hewan kurban tidak sah apabila mengalami cacat berat seperti buta sebelah yang jelas terlihat. Untuk memastikan kesehatan hewan, pembeli juga dianjurkan meminta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari penjual.
4. Hindari Hewan yang Terlalu Kurus
Kondisi fisik hewan juga perlu diperhatikan sebelum membeli. Hewan yang sehat biasanya memiliki tubuh proporsional, aktif bergerak, dan tidak terlihat lesu.
Hewan yang terlalu kurus dikhawatirkan memiliki masalah kesehatan atau kekurangan nutrisi. Karena itu, pilihlah hewan dengan kondisi tubuh yang baik agar kualitas daging lebih optimal dan ibadah kurban menjadi lebih sempurna.
5. Pilih Tempat Pembelian yang Bersih dan Terpercaya
Lokasi pembelian hewan kurban juga memengaruhi kualitas hewan yang akan dikurbankan. Hindari membeli hewan dari tempat yang kotor atau berada di sekitar tempat pembuangan sampah karena berisiko membawa penyakit dan terpapar bahan berbahaya.
Pilih peternakan atau penjual hewan kurban yang menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan berkualitas, serta rutin memeriksa kesehatan ternak. Tempat peternakan yang bersih dan jauh dari polusi juga membantu mengurangi tingkat stres pada hewan sehingga kondisi kesehatannya tetap terjaga.
Dengan memilih hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan sesuai syariat, ibadah kurban tidak hanya menjadi sah secara agama, tetapi juga membawa manfaat yang lebih baik bagi penerima daging kurban. Oleh karena itu, masyarakat diimbau lebih teliti dan cermat sebelum membeli hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....