Menjaga Batas Pergaulan, Islam Tutup Pintu Fitnah

  • 07 Okt 2026 09:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Banten – Dalam pergaulan sehari-hari, batas antara laki-laki dan perempuan kerap dianggap sepele. Padahal, dalam ajaran Islam, menjaga batas interaksi merupakan bagian dari adab untuk memelihara kehormatan diri sekaligus mencegah munculnya godaan yang dapat mengarah pada perbuatan yang dilarang.

Pesan tersebut disampaikan Al Habib Jindan bin Novel bin Jindan dalam kajian keislaman yang dikutip dari kanal YouTube Al Wafa Tarim, Selasa, 6 Oktober 2026. Ia menjelaskan pandangan Syekh Abdul Wahab Asy-Sya'rani mengenai pentingnya berhati-hati dalam berinteraksi dengan lawan jenis untuk menutup berbagai pintu fitnah.

Salah satu batas yang ditekankan adalah larangan berkhalwat, yakni laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berada berduaan dalam suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya pelanggaran batas. Menurut penjelasan tersebut, kesalehan seseorang tidak menjadi alasan untuk mengabaikan ketentuan itu.

Dalam kajian tersebut bahkan diberikan perumpamaan Sayyidah Maryam binti Imran yang dikenal dalam Al-Qur'an sebagai sosok yang menjaga kesucian diri. Perumpamaan itu digunakan untuk menegaskan bahwa persoalan khalwat berkaitan dengan status hubungan antara laki-laki dan perempuan, bukan semata-mata penilaian terhadap baik atau buruknya pribadi seseorang.

Batas pergaulan juga menyangkut cara berkomunikasi. Ketika berbicara dengan lawan jenis, umat Islam dianjurkan menjaga kesopanan, tujuan pembicaraan, dan cara menyampaikan pesan. Interaksi yang diperlukan tetap dapat dilakukan, tetapi tidak semestinya berkembang menjadi percakapan berlebihan yang membuka ruang bagi munculnya ketertarikan atau godaan.

Pesan tersebut sejalan dengan peringatan Al-Qur'an dalam Surah Al-Isra ayat 32 agar manusia tidak mendekati zina. Frasa tersebut menunjukkan bahwa perhatian Islam bukan hanya pada perbuatan zina, tetapi juga pada berbagai jalan yang dapat mengantarkan seseorang menuju perbuatan tersebut.

Menurut Al Habib Jindan, godaan dapat bermula dari sesuatu yang tampak sederhana. Pandangan yang tidak dijaga, percakapan yang terlalu intens, hingga komunikasi melalui pesan singkat dan media sosial dapat berkembang menjadi hubungan yang melewati batas apabila tidak disertai kehati-hatian.

“Dari interaksi sederhana itu, godaan dapat berkembang menjadi hubungan yang tidak sesuai syariat. Karena itu, Allah SWT memerintahkan kaum mukmin untuk menjaga pandangan dan kehormatan diri,” kata Al Habib Jindan.

Menjaga pandangan pun menjadi bagian penting dari upaya menjaga hati. Dalam ajaran Islam, pengendalian pandangan bukan berarti menghindari seluruh interaksi sosial, melainkan menempatkan hubungan dengan lawan jenis dalam batas yang menjaga kehormatan dan tidak memberi ruang bagi perilaku yang dapat merusak diri maupun orang lain.

Kehati-hatian tersebut juga dicontohkan sebagian ulama terdahulu. Dalam kajian itu diceritakan bahwa Mufti Al-Habib Muhammad bin Salim ketika memberikan fatwa kepada perempuan melakukannya dari ruangan berbeda atau di balik pintu. Cara tersebut dipandang sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga adab, bukan sebagai bentuk merendahkan perempuan.

Nasihat menjaga batas pergaulan juga berkaitan dengan kehidupan rumah tangga. Al Habib Jindan mengingatkan agar seseorang tidak menjadi penyebab rusaknya hubungan suami dan istri, baik melalui adu domba, penyebaran kabar yang memicu pertengkaran, maupun upaya memengaruhi salah satu pihak agar meninggalkan pasangannya.

Dalam perspektif ajaran Islam, keharmonisan rumah tangga merupakan sesuatu yang perlu dijaga. Karena itu, batas pergaulan tidak hanya berkaitan dengan menjaga diri dari maksiat, tetapi juga menghormati hubungan dan kehormatan orang lain.

“Melalui adab menjaga batasan dengan lawan jenis, Islam mengajarkan umatnya untuk memelihara kesucian hati, menjaga kehormatan diri, serta menciptakan kehidupan sosial yang lebih aman dari fitnah dan kerusakan moral,” ujar Al Habib Jindan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....