Mahasiswa Pertama Gunadarma Mulai Menulis Sejarah di IKN
- 28 Sep 2026 19:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, IKN - Ruang kuliah di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini memiliki cerita baru. Sebanyak 48 mahasiswa Universitas Gunadarma IKN menjadi angkatan pertama yang memulai perjalanan akademiknya di kawasan ibu kota baru Indonesia.
Mereka bukan sekadar mahasiswa baru. Angkatan pertama ini diproyeksikan menjadi bagian dari generasi yang ikut menyaksikan sekaligus mengisi tumbuhnya ekosistem kehidupan di Nusantara.
Momen tersebut ditandai dengan kuliah umum bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Gedung N1 Universitas Gunadarma IKN, Senin 28 September 2026.
Sebanyak 48 mahasiswa itu berasal dari delapan program studi, yakni Teknik Sipil, Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi, Psikologi, Arsitektur, Ilmu Komunikasi, dan Informatika.
Basuki mengatakan kehadiran perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan kota yang tidak hanya bertumpu pada infrastruktur.
“Dengan adanya Gunadarma, ini (perguruan tinggi) akan melengkapi ekosistem pendidikan dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga universitas. Mudah-mudahan ekosistem perkotaan di IKN akan makin lengkap,” ujar Basuki.
Bagi Otorita IKN, keberadaan mahasiswa di kawasan Nusantara menjadi salah satu tanda bahwa pembangunan kota mulai bergerak dari sekadar pembangunan fisik menuju pembentukan ekosistem masyarakat.
Kehadiran Universitas Gunadarma di IKN juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Universitas Gunadarma, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Otorita IKN menyiapkan kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, penelitian, teknologi, dan inovasi.
Salah satu agenda yang tengah disiapkan adalah pengembangan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kedokteran Universitas Gunadarma di IKN dengan pendampingan FKUI.
Dekan FKUI Anna Rozaliani mengatakan kawasan IKN memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tempat pembelajaran dan penelitian yang langsung berhubungan dengan kehidupan masyarakat.
“Kita tidak hanya membangun institusi, tetapi juga ekosistem. Mudah-mudahan di IKN kita dapat bekerja sama dalam penelitian living laboratory yang mencakup pendidikan, penelitian, dan inovasi, sehingga menjawab permasalahan masyarakat,” ujar Anna.
Konsep living laboratory tersebut membuka peluang agar persoalan nyata yang muncul dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pendidikan dan penelitian.
Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa menerima materi perkuliahan, tetapi juga ruang untuk menghasilkan gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar.
Semangat menjadi bagian dari sejarah awal IKN juga dirasakan mahasiswa asal daerah sekitar. Lima mahasiswa dari masyarakat lokal tercatat sebagai penerima beasiswa Universitas Gunadarma.
Salah satunya Muhammad Latif, mahasiswa Teknik Sipil asal Penajam Paser Utara.
Bagi Latif, menjadi mahasiswa angkatan pertama memiliki tanggung jawab tersendiri. Ia dan rekan-rekannya ingin meninggalkan jejak yang dapat menjadi contoh bagi mahasiswa yang datang setelah mereka.
“Kami menjadi salah satu angkatan yang menjadi role model bagi adik kelas ke depannya. Rencana kami di bidang akademik tentu ingin mendapatkan IPK 4 dan menjadi salah satu inovator muda yang dapat berkontribusi besar di Indonesia, terutama di daerah Ibu Kota Nusantara,” kata Latif.
Harapan tersebut sejalan dengan rencana Universitas Gunadarma untuk terus mengembangkan fasilitas pendidikan di IKN.
Rektor Universitas Gunadarma E.S. Margianti mengatakan pengembangan kampus akan dilakukan secara bertahap, termasuk membuka peluang pengembangan pendidikan kedokteran.
“Kami bersama FKUI dan Otorita IKN akan bersama-sama mengupayakan pengembangan PSDKU untuk program studi kedokteran di IKN,” ujar Margianti.
Ia mengatakan kampus N1 Universitas Gunadarma di IKN memiliki tiga bangunan yang pengembangannya akan terus dilanjutkan.
“Di Jakarta, program kedokteran kami sudah terakreditasi unggul, yang baru ini juga harus berkembang dan terakreditasi unggul,” katanya.
Kuliah umum tersebut berlangsung secara hybrid dan disiarkan melalui UGTV. Kegiatan diikuti ratusan peserta dari kampus Universitas Gunadarma di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok, kampus UBE di Prancis, serta dari IKN.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Gunadarma E.S. Margianti, Dekan FKUI Anna Rozaliani, serta perwakilan sejumlah perguruan tinggi mitra.
Kini, 48 mahasiswa tersebut memulai perjalanan mereka di Nusantara. Dari ruang-ruang kelas yang masih berada pada tahap awal pengembangan, mereka membawa harapan untuk menjadi generasi yang tidak hanya menyaksikan lahirnya sebuah ibu kota, tetapi turut memberi gagasan bagi masa depannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....