Gladi HUT RI di Samarinda Tetap Semangat di tengah Terik Kemarau

  • 15 Agt 2026 09:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Terik matahari dan kondisi kemarau tidak menyurutkan semangat peserta mengikuti gladi upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di GOR Kadrie Oening Samarinda, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Peserta dari berbagai unsur, mulai polisi cilik, pelajar, mahasiswa, TNI, Polri hingga petugas pendukung upacara, tetap mengikuti rangkaian gladi dengan serius. Koordinasi antarpeserta terus dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan sesuai rencana.

Berdasarkan rencana upacara, gladi kotor dan bersih dilaksanakan di GOR Kadrie Oening pada Sabtu, 15 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WITA. Upacara pengibaran bendera sendiri dijadwalkan berlangsung Senin, 17 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA di lokasi yang sama.

Salah satu unsur yang turut mempersiapkan penampilan dalam upacara adalah paduan suara SMA Negeri 1 Samarinda. Kelompok paduan suara Bahana Semansa menyiapkan sekitar 130 orang untuk mendukung rangkaian peringatan kemerdekaan.

Pelatih Paduan Suara SMA Negeri 1 Samarinda, Widagdo Budi Prayoga mengatakan, persiapan dilakukan sejak akhir Juli 2026. Latihan bahkan digelar hampir setiap hari untuk mempersiapkan delapan lagu yang akan disesuaikan dengan kebutuhan rangkaian acara.

“Mulai akhir bulan kemarin, jadi hampir tiap hari kita latihan dengan mempersiapkan delapan lagu,” kata Widagdo.

Menurutnya, sejumlah lagu disiapkan untuk mengisi rangkaian acara pagi hingga sore. Pada sesi pagi, paduan suara menyiapkan lagu Hari Merdeka, Berkibarlah Benderaku, dan Syukur.

Sementara pada sesi sore, lagu yang disiapkan memiliki karakter lebih santai. Di antaranya Enggo Lari, Balarut di Sungai Mahakam, serta Jogja Istimewa yang diadaptasi menjadi Kaltim Istimewa.

Persiapan paduan suara tidak sepenuhnya berjalan tanpa tantangan. Widagdo menyebut penyesuaian jadwal latihan dengan kegiatan akademik siswa menjadi salah satu kendala yang harus diatur panitia dan sekolah.

“Kadang pada saat anak-anak ulangan, mau tidak mau kita harus mengalah. Tapi secara umum guru-guru dan sekolah juga sangat mendukung,” ujarnya.

Dukungan sekolah diberikan melalui dispensasi bagi siswa yang harus mengikuti latihan. Dengan demikian, persiapan untuk upacara tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kewajiban akademik para siswa.

Keterlibatan SMA Negeri 1 Samarinda dalam agenda upacara kemerdekaan juga bukan hal baru. Widagdo menyebut sekolah tersebut telah beberapa kali mendapat tugas serupa sejak awal tahun 2000-an.

Untuk penampilan tahun ini, para siswa juga memilih menggunakan pakaian daerah meskipun sebelumnya terdapat pertimbangan efisiensi perlengkapan. Keputusan tersebut muncul dari keinginan siswa untuk tetap membawa unsur budaya dalam penampilan mereka.

“Anak-anak bilang, Pak, kami tetap pakai baju daerah. Sehingga mereka mandiri,” ungkap Widagdo.

Sementara itu, gladi juga menjadi bagian penting untuk memastikan koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam upacara. Rencana resmi mencatat sejumlah tahapan, mulai dari persiapan pasukan, masuknya pasukan ke lapangan, hingga pengibaran Bendera Merah Putih dan rangkaian acara pokok lainnya.

Dalam susunan upacara, pengibaran Bendera Merah Putih dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.03 WITA setelah laporan Komandan Upacara. Selanjutnya, rangkaian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Proklamasi, dan doa.

Gladi tersebut menjadi tahap akhir sebelum seluruh peserta menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Meski kondisi cuaca cukup panas akibat kemarau, seluruh unsur tetap menjalankan latihan dengan disiplin dan saling berkoordinasi.

Semangat tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk menghadirkan upacara kemerdekaan yang tertib sekaligus menunjukkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....