Pemanfaatan Satelit Noah dan Aplikasi SiPongi Sebagai Upaya Mitigasi Karhutla
- 22 Sep 2026 07:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Upaya penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuntut langkah-langkah mitigasi dan pencegahan yang terstruktur serta berkelanjutan. Pemerintah bersama jajaran instansi terkait terus menggalakkan sosialisasi guna mencegah terjadinya pembakaran lahan secara sembarangan.
Ustaz Enggar Setiabudi, yang juga menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (UPTD KPHP) Kutai Barat, menekankan pentingnya tindakan preventif di tingkat bawah. Edukasi kepada masyarakat dan pihak swasta dilakukan melalui penyuluhan, pemasangan imbauan, hingga koordinasi dengan tokoh masyarakat.
Dalam mendukung sistem peringatan dini, pemerintah sebenarnya telah didukung oleh infrastruktur teknologi pemantau cuaca dan titik panas. Penggunaan teknologi satelit menjadi garda terdepan dalam mendeteksi sebaran hotspot secara real-time.
"Memang kita mempunyai alat-alat yang sudah mengidentifikasi titik-titik panas atau kita sebut hotspot yang diberikan oleh satelit Noah. Kemudian juga kita ada yang namanya aplikasi SiPongi yang kita bisa melihat di situ titik-titik panas yang ada, termasuk koordinat ataupun wilayah di mana titik itu terjadi," ujarnya dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Selasa 22 September 2026.
Aplikasi pemantauan tersebut mampu menyediakan data koordinat lokasi titik panas secara presisi. Hal ini memudahkan tim satgas pemadam kebakaran di lapangan untuk merespons dan melakukan penanganan dengan cepat sebelum api membesar.
Namun demikian, efektivitas teknologi mitigasi tersebut sangat bergantung pada kesadaran hukum dan kepatuhan seluruh pihak. Kesengajaan oknum yang tetap membakar lahan di tengah cuaca ekstrem kemarau sering kali menyulitkan petugas pemadam kebakaran di lapangan.
"Oleh karena itu, kita juga diminta oleh pemerintah pusat, oleh pemerintah provinsi, agar bisa melakukan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan tersebut. Kita melakukan pencegahan itu dengan cara sosialisasi, dengan cara melalui spanduk-spanduk atau pamflet. Bahkan kami juga menyarankan kepada teman-teman kami, staf kami, untuk memasang status 'Jangan membakar, jangan bermain api' dan lain-lain sebagainya," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....