Larangan Agama Soal Pengerusakan Hutan dan Lingkungan
- 22 Sep 2026 06:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Kalimantan Timur dan wilayah Kalimantan secara umum mendapatkan perhatian serius dari Pengurus Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH SDA) MUI Kaltim, Ustaz Enggar Setiabudi. Ia menegaskan, ajaran Islam secara tegas melarang manusia melakukan pengerusakan di muka bumi.
Ustaz Enggar menyampaikan, tuntunan Islam sangat jelas dalam mengatur hubungan manusia dengan alam lingkungan sekitarnya. Setiap tindakan eksploitasi berlebihan yang berujung pada kehancuran ekosistem merupakan bentuk pelanggaran terhadap perintah Allah Swt.
Ia mengutip dan membacakan Al-Qur'an surah Al-A'raf ayat 56 untuk mengingatkan para pendengar akan kewajiban menjaga bumi. Ayat tersebut menjadi pedoman moral bagi seluruh umat manusia dalam memelihara kelestarian alam yang telah diciptakan dengan penuh keseimbangan.
"Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepadanya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat baik," ujarnya dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Selasa, 22 September 2026.
| Baca juga: IKN Dipadati Pengunjung Libur Paskah |
Selain surah Al-A'raf, Ustaz Enggar juga memaparkan landasan syariat lainnya yang tertuang di dalam surah Ar-Rum ayat 41. Ia menjelaskan, timbulnya bencana di daratan maupun di lautan merupakan dampak langsung dari perbuatan tangan-tangan manusia sendiri.
Penyampaian tersebut menjadi pengingat logis sekaligus spiritual bahwa bencana kebakaran yang terjadi saat ini merupakan dampak nyata dari ketakwaan dan tanggung jawab ekologis yang terabaikan. Bencana asap dan hilangnya keanekaragaman hayati dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
"Ini juga sangat berhubungan erat seperti yang dikatakan dalam firman Allah tadi bahwa kerusakan ini disebabkan oleh manusia. Manusia yang serakah, yang tamak, yang menyebabkan bencana, sehingga Allah juga memberikan itu tidak hanya yang melakukan, tetapi kepada kita masyarakat umum yang ikut menderita karena ada kebakaran itu," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....