Ilmu Tak Cukup Dipelajari, Harus Diamalkan dan Diajarkan
- 22 Sep 2026 07:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Malang - Menuntut ilmu tidak berhenti pada proses belajar dan mengetahui sesuatu. Ilmu akan menjadi lebih bermakna ketika diamalkan dalam kehidupan, kemudian diajarkan kepada orang lain sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
Dikutip dari kanal YouTube Nabawi TV, Selasa 22 September 2026, Ustaz Habib Taufiq Aseggaf menyampaikan pesan Sayidina Isa Alaihissalam bahwa orang yang menuntut ilmu, mengamalkannya, kemudian mengajarkannya akan memperoleh kemuliaan di langit. Kemuliaan tersebut berbeda dengan kemasyhuran di dunia yang dapat dibangun melalui pujian atau pencitraan.
Menurut Habib Taufiq, terdapat tiga tahapan yang perlu dilalui seseorang untuk mencapai kemuliaan tersebut, yaitu belajar ilmu, mengamalkannya, kemudian mengajarkannya. Ketiga tahapan itu memiliki urutan yang penting karena ilmu yang hanya diketahui tanpa diwujudkan dalam perbuatan belum memberikan manfaat secara utuh.
"Para ulama mengingatkan bahwa ilmu akan menjadi saksi yang menyelamatkan apabila diamalkan, tetapi dapat menjadi sebab kecelakaan apabila hanya diketahui tanpa diwujudkan dalam perbuatan," ujar Habib Taufiq Aseggaf.
Ia mengingatkan agar seseorang tidak terburu-buru mengajarkan ilmu sebelum berusaha mengamalkannya. Pengetahuan seharusnya terlebih dahulu membentuk perilaku dan akhlak pemiliknya. Setelah itu, ilmu dapat dibagikan kepada orang lain sebagai bentuk kemanfaatan.
Habib Taufiq juga mengaitkan kebaikan dalam kehidupan dunia dengan kehidupan keluarga. Sebagian ulama menafsirkan hasanah fid dunya dalam doa Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah sebagai pasangan yang saleh atau salehah. Pasangan yang baik dinilai dapat menghadirkan ketenangan, kasih sayang, dan kebahagiaan dalam rumah tangga meskipun hidup dalam kesederhanaan.
"Sebaliknya, kemewahan rumah dan harta tidak akan mendatangkan ketenteraman apabila tidak diiringi akhlak yang baik dan hubungan yang harmonis," kata Habib Taufiq Aseggaf.
Ia menegaskan, kebaikan dunia yang dicari seorang mukmin bukan semata-mata berupa harta atau kemewahan. Ilmu yang bermanfaat, ibadah yang ikhlas, amal yang dilakukan, serta kehidupan yang penuh keberkahan menjadi bagian dari hasanah yang diharapkan dapat mengantarkan manusia menuju kebaikan di akhirat dan meraih surga Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....