Tantangan Amar Makruf Nahi Mungkar di Era Digital

  • 17 Sep 2026 07:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan teknologi digital dan media sosial membawa tantangan baru dalam pelaksanaan amar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat. Maraknya aksi saling ejek serta mengolok-olok ajaran atau simbol agama di ruang siber menjadi perhatian.

Ustaz Masumi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, mengimbau agar umat Islam tidak tertinggal teknologi, melainkan memanfaatkannya sebagai sarana dakwah positif. Namun, ia memberikan peringatan keras mengenai batasan etika berinteraksi di media sosial, terutama terkait isu sensitif keagamaan.

"Dalam beberapa hadis kita diingatkan jangan coba-coba menghina agama lain, apalagi menghina ibadah orang, apalagi menghina Tuhan mereka. Jangan sekali-sekali. itu Rasul mengingatkan kepada kita," ujar Ustaz Masumi pada program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Kamis, 17 September 2026.

Ustaz Masumi menambahkan, kebiasaan saling mencela keyakinan di media sosial hanya akan memicu perselisihan yang kontraproduktif. Ia menegaskan, pedoman utama umat Islam dalam menghadapi perbedaan keyakinan adalah toleransi.

"Karena itu yang baik adalah lakum dinukum waliyadin, agamamu agamaku, jadi mereka meyakini itu ya biarkan, itulah bentuk toleransi," katanya.

Daripada terlibat dalam perang ujaran kebencian di dunia maya yang menguras energi dan pikiran, Ustaz Masumi mengajak para pengguna media sosial untuk fokus pada pembuatan konten-konten pencerahan. Konten digital yang dibuat hendaknya bersifat menyejukkan, mengedukasi, serta membangun kedamaian di tengah masyarakat.

Pendekatan dakwah digital yang santun dan edukatif dinilai jauh lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Dengan menghadirkan narasi yang mencerahkan di era informasi ini, fungsi amar makruf nahi mungkar dapat berjalan optimal tanpa merusak toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....