Hotspot Meningkat, Samarinda Siapkan Water Bombing Hadapi Karhutla

  • 15 Sep 2026 09:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan langkah antisipasi menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemarau dan potensi El Niño.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pemerintah telah menyiapkan skenario kesiapsiagaan berdasarkan prediksi cuaca dan data berbasis sains.

"Sejak diumumkan ada potensi El Niño, kami telah menyiapkan skenario kesiapsiagaan di Kota Samarinda. Kami percaya terhadap data yang berbasis sains," kata Andi Harun. Senin 14 September 2026.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena Samarinda memiliki kerentanan terhadap kekeringan dan gangguan ketersediaan air ketika kemarau berlangsung lebih panjang.

Pemkot Samarinda juga memperkuat penanganan kebakaran melalui satuan tugas lintas perangkat daerah. Tim tersebut disiapkan untuk menghadapi dampak kemarau, termasuk risiko kebakaran lahan dan semak kering.

Seluruh posko pengaduan kebakaran disiagakan dan dilengkapi tangki air untuk mempercepat penanganan ketika muncul laporan kebakaran.

Pemerintah menetapkan target waktu respons sekitar 10 menit untuk lokasi yang relatif dekat. Sementara wilayah yang lebih jauh ditargetkan dapat ditangani maksimal 15 menit dengan dukungan relawan.

Selain penanganan melalui jalur darat, Pemkot Samarinda menyiapkan water bombing sebagai opsi apabila kebakaran berkembang dan sulit dijangkau petugas.

Pemerintah juga mempertimbangkan modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi menghadapi kekeringan dan menjaga ketersediaan air selama periode kemarau.

Andi Harun menegaskan, kesiapsiagaan dilakukan sejak awal agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Pemkot Samarinda mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api di lingkungannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....