Meneladani Kesederhanaan Rasulullah SAW di tengah Budaya Konsumtif
- 14 Sep 2026 07:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan hidup, Nabi Muhammad SAW memberikan teladan tentang pentingnya menjalani kehidupan secara sederhana. Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya membangun kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Meskipun memiliki kedudukan penting sebagai pemimpin umat, Rasulullah SAW memilih menjalani kehidupan secara bersahaja. Keteladanan tersebut dinilai tetap relevan diterapkan masyarakat di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Hal itu disampaikan Ustaz Muhammad Khozin dalam siaran Mutiara Pagi, Jumat 11 September 2026.
“Ketika media sosial terus membombardir kita dengan standar hidup mewah, ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjadi pengingat yang sangat berharga. Prioritaskanlah apa yang benar-benar menjadi kebutuhan, bukan sekadar menuruti keinginan hawa nafsu,” kata Ustaz Khozin.
Keinginan manusiawi untuk mengikuti berbagai gaya hidup mewah dapat mendorong seseorang membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat menumbuhkan perilaku konsumtif.
Karena itu, umat Islam diajak untuk mampu membedakan antara kebutuhan dan sekadar keinginan. Sikap tersebut penting agar pengelolaan harta tetap dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.
Rasulullah SAW juga mengajarkan umat agar tidak terus-menerus memandang kehidupan orang yang berada di atas dalam urusan dunia. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mengingatkan agar seseorang melihat orang yang berada di bawahnya dan tidak melihat orang yang berada di atasnya.
“Melalui nasihat ini, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menuntun kita untuk menemukan kebahagiaan dalam syukur. Sifat merasa kurang sering kali lahir dari kebiasaan,” ujarnya.
Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain yang memiliki lebih banyak harta, kemewahan, atau fasilitas kehidupan dapat membuat seseorang merasa selalu kekurangan. Sebaliknya, dengan melihat mereka yang memiliki keterbatasan dalam kehidupan, seseorang dapat lebih menyadari bahwa masih banyak nikmat Allah SWT yang patut disyukuri.
Keinginan untuk mengikuti tren, memiliki barang tertentu, atau menunjukkan kemapanan kepada orang lain juga dapat membuat seseorang terjebak dalam perilaku konsumtif.
Karena itu, umat Islam perlu mengendalikan hawa nafsu dan menempatkan harta sebagai sarana untuk menjalani kehidupan, bukan sebagai tujuan utama. Kesederhanaan, rasa syukur, dan kemampuan mengendalikan keinginan menjadi nilai penting yang dapat diterapkan untuk menghadapi tekanan ekonomi sekaligus menjaga ketenangan hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....