Habib Ali bin Husein, Ulama yang Tak Mengejar Dunia
- 14 Sep 2026 16:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Kisah tentang kebakaran rumah Habib Ali bin Husein di kawasan Cikini menjadi salah satu cerita yang menggambarkan kesederhanaan dan kepedulian beliau. Harta benda yang dimiliki nyaris tidak tersisa. Peninggalan pribadinya hanya beberapa helai pakaian, sorban, jubah, serta sejumlah barang yang sangat terbatas.
Dikutip dari kanal YouTube Nabawi TV, Senin 14 September 2026, Habib Mahdi bin Abdurrahman Al Athos mengisahkan, suatu ketika seorang dermawan bernama Syekh Umar Adam Khan datang membawa bantuan untuk Habib Ali bin Husein. Namun, bantuan tersebut tidak disimpan untuk memenuhi keperluan pribadinya.
Habib Ali bin Husein justru membagikan bantuan itu kepada orang-orang yang membutuhkan hingga habis. Ketika ditanya mengapa pemberian tersebut dibagikan, padahal dirinya juga membutuhkan, beliau menjawab dengan rendah hati bahwa dirinya ingin memperoleh catatan kebaikan di sisi Allah sebagaimana orang yang memberikan bantuan.
Menurut Habib Mahdi, sikap tersebut mencerminkan kecintaan Habib Ali bin Husein terhadap amal kebajikan sekaligus rendahnya perhatian beliau terhadap urusan dunia. Ia juga dikenal tidak mengejar ketenaran ataupun pengakuan manusia.
"Beliau juga terbiasa mengerjakan berbagai pekerjaan sendiri. Memotong ayam, menyembelih kambing, hingga mengurus kebutuhan sehari-hari dilakukan tanpa merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain. Bahkan kepada istrinya sendiri, beliau sangat berhati-hati agar tidak membebani atau merepotkannya," ujar Habib Mahdi.
Kecintaan Habib Ali bin Husein terhadap ilmu juga banyak diceritakan oleh guru-gurunya. Waktunya lebih banyak digunakan untuk membaca kitab dan mempelajari berbagai disiplin ilmu agama. Dalam sebuah kisah yang masyhur, kesibukannya belajar dan mengajar membuat Ia hampir tidak memiliki waktu untuk membuat kopi. Ia disebut hanya menggigit biji kopi dan meminum air putih sebagai pengganti kopi seduhan.
Kebiasaan tersebut, menurut kisah yang disampaikan, bukan untuk menunjukkan kezuhudan, melainkan karena waktu beliau banyak tercurah untuk ilmu dan ibadah. Habib Ali bin Husein juga disebut terbiasa mengenakan habwah, kain yang dililitkan pada tubuh saat duduk. Malam harinya banyak diisi dengan qiyamul lail dan munajat kepada Allah SWT. Kisah tersebut menjadi gambaran tentang sosok ulama yang menempatkan ilmu, ibadah, dan pengabdian kepada sesama di atas kepentingan duniawi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....