Rasulullah Ajarkan Ibadah Tidak Boleh Memberatkan Umat
- 19 Agt 2026 10:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Probolinggo – Hadis ke-50 dalam kitab Kutfatul Falihin Mukhtasar Riyadus Shalihin ala Sayyidi Abi Umar yang diriwayatkan Sayidatina Aisyah radhiyallahu anha mengajarkan besarnya kasih sayang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kepada umatnya.
Dalam hadis tersebut, Sayidatina Aisyah menyampaikan bahwa Rasulullah terkadang meninggalkan suatu amalan yang sebenarnya beliau ingin melakukannya. Hal itu dilakukan karena Rasulullah khawatir amalan tersebut diikuti para sahabat secara berlebihan hingga akhirnya dianggap sebagai kewajiban yang dapat memberatkan umat.
Dikutip dari kanal YouTube Al Wafa Tarim, Rabu 19 Agustus 2026, Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor menjelaskan hadis tersebut merupakan hadis muttafaqun alaih, yakni hadis yang disepakati kesahihannya oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Menurutnya, hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah sangat memahami kondisi umat yang memiliki keterbatasan, baik dari segi fisik maupun usia. Karena itu, Rasulullah senantiasa menginginkan kemudahan bagi umatnya dalam menjalankan ibadah dan tidak menghendaki adanya amalan yang justru menjadi beban.
“Oleh sebab itu, bila Rasulullah mencintai umatnya, beliau bahkan rela meninggalkan amalan yang beliau ingin kerjakan semata-mata supaya tidak menjadi beban bagi umat. Ini menunjukkan betapa dalam kasih sayang Nabi terhadap kita,” ujar Habib Hasan.
Habib Hasan mencontohkan persoalan kewajiban ibadah haji. Ketika seorang sahabat bertanya apakah haji wajib dilaksanakan setiap tahun, Rasulullah tidak menetapkannya sebagai kewajiban karena hal tersebut berpotensi memberatkan umat. Rasulullah juga mengingatkan para sahabat agar tidak banyak mengajukan pertanyaan yang dapat menyebabkan munculnya ketentuan yang memberatkan.
Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan kisah penyembelihan sapi pada masa Nabi Musa. Perintah Allah untuk menyembelih sapi menjadi jalan penyelesaian atas persoalan pembunuhan yang terjadi saat itu. Kisah tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa syariat memberikan jalan keluar bagi umat sekaligus mengajarkan pentingnya tidak mempersulit ketentuan agama.
Habib Hasan berharap pemahaman terhadap hadis ke-50 dapat semakin menumbuhkan kecintaan umat kepada Rasulullah dan mendorong umat mengikuti sunnah dengan penuh hikmah. Ia juga mengajak masyarakat untuk saling memudahkan dalam menjalankan ibadah dan tidak menjadikannya sebagai sesuatu yang memberatkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....