Meneladani Sifat Harîshun ‘Alaikum dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 07 Sep 2026 17:07 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Magelang - Salah satu sifat mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah harîshun ‘alaikum, yaitu kepedulian yang besar terhadap keselamatan dan hidayah umat. Seorang Muslim yang meneladani Rasulullah SAW tidak hanya memikirkan keselamatan dirinya, tetapi juga berusaha agar orang lain memperoleh petunjuk dan kebaikan.

Dikutip dari kanal YouTube Habib Muhammad Alhabsy, Senin, 7 September 2026, Ustaz Habib Muhammad Alhabsy menjelaskan bahwa kepedulian tersebut dapat diwujudkan dengan mempermudah jalan seseorang untuk mengenal Islam. Menurutnya, umat Islam sebaiknya tidak menakut-nakuti orang yang baru belajar agama dengan berbagai kewajiban yang belum waktunya dijelaskan secara bertahap.

"Cukup ajarkan dua kalimat syahadat, lalu bimbing secara bertahap dalam mempelajari salat, membaca Al-Qur'an, dan memahami ajaran Islam lainnya. Rasulullah SAW selalu memudahkan manusia untuk mendekat kepada Allah, bukan mempersulit mereka," katanya.

Sifat harîshun ‘alaikum juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap Muslim hendaknya memiliki keinginan untuk menjadi sebab bertambahnya ilmu, keimanan, dan amal saleh orang lain. Kepedulian tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan mengajarkan hal-hal sederhana yang bermanfaat.

Bagi para santri, misalnya, ketika kembali ke rumah, tugas mereka tidak berhenti pada kegiatan pribadi. Mereka dapat mengambil peran dalam mengajarkan kebaikan kepada keluarga dan masyarakat. Habib Muhammad Alhabsy menyebut masih banyak orang yang belum mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, belum memahami tata cara salat dengan benar, atau masih lalai menjalankan kewajibannya.

"Seorang santri dapat memulai dari hal-hal sederhana. Mengajari anak-anak membaca Al-Fatihah, membantu tetangga memahami dasar-dasar agama, atau mengingatkan keluarga untuk menjaga salat berjamaah. Semua itu merupakan bentuk nyata menjadi sebab hidayah bagi orang lain," ujar Habib Muhammad Alhabsy.

Ia menambahkan, akhlak yang baik bukan sekadar membuat orang lain merasa senang. Akhlak yang sesuai dengan ajaran Islam harus mengantarkan manusia kepada keridaan Allah SWT. Seseorang tidak dapat disebut berakhlak baik hanya karena mampu mengikuti semua keinginan lingkungan, terutama jika hal tersebut justru mengarah pada perbuatan yang dilarang agama, seperti ghibah dan keburukan lainnya.

"Akhlak yang mulia adalah akhlak yang memiliki hubungan dengan Allah. Seseorang berusaha menebarkan kasih sayang, memaafkan kesalahan orang lain, membantu sesama semampunya, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya," kata Habib Muhammad Alhabsy.

Dalam Al-Qur'an, Rasulullah SAW juga digambarkan sebagai sosok yang penuh kasih sayang kepada orang-orang beriman. Sifat ra'uf dan rahim, yang merupakan bagian dari nama dan sifat Allah SWT, menjadi gambaran kemuliaan Rasulullah SAW dalam memperlakukan umatnya. Keteladanan tersebut menjadi dorongan bagi setiap Muslim untuk menghadirkan kasih sayang, kepedulian, dan manfaat bagi sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....