Meneladani Rasulullah, Enam Langkah Mengisi Kemerdekaan

  • 24 Agt 2026 07:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang beriringan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mengambil hikmah tentang perjuangan, persatuan, dan kebermanfaatan. Hal itu disampaikan mubalig dari DPU Kalimantan Timur, Ustaz Rahmad. Menurutnya, dua momentum tersebut harus menjadi pengingat agar masyarakat mampu meneladani Rasulullah saw. dalam mengisi kemerdekaan melalui akhlak, kepedulian, dan kontribusi nyata.

“Allah Swt. mengingatkan kita dalam Surah Al-Ahzab ayat 21, sungguh telah ada pada diri Rasulullah saw. itu suri teladan yang baik bagi kamu,” ujar Ustaz Rahmad.

Ia menjelaskan, memperingati Maulid Nabi tidak hanya sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai akhlak mulia seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, dan kepedulian.

Cara pertama mengisi kemerdekaan dengan meneladani Rasulullah adalah memperbaiki akhlak pribadi dan hubungan dengan sesama manusia. Rasulullah saw. merupakan sosok yang penyayang kepada anak-anak, menghormati orang yang lebih tua, membantu orang yang kesulitan, memperhatikan anak yatim, serta memuliakan tetangga tanpa membedakan latar belakang.

Cara kedua adalah memaknai kemerdekaan sebagai kesempatan untuk membebaskan diri dari berbagai perilaku buruk yang dapat merusak kehidupan. “Seorang Muslim harusnya dapat merdeka dari hawa nafsunya, kebencian, permusuhan, kebodohan, kemalasan, tindak korupsi, dan ketidakjujuran, serta memiliki sikap peduli terhadap penderitaan sesama," ucap Ustaz Rahmad.

Cara ketiga adalah menumbuhkan kepedulian sosial sebagaimana Rasulullah saw. yang selalu memperhatikan kondisi umatnya. Allah Swt. berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 128, “Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan kebaikan bagimu, dan sangat penyantun serta penyayang terhadap orang-orang yang beriman.”

Cara keempat adalah menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, bangsa, dan negara. Ustaz Rahmad menegaskan bahwa kebermanfaatan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat dilakukan melalui tindakan sederhana seperti membantu tetangga, berbagi kepada yang membutuhkan, mengajarkan ilmu, memberikan perkataan baik, dan ikut dalam kegiatan sosial.

Cara kelima adalah melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan menghadirkan kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan. “Kalau para pahlawan berjuang untuk membebaskan bangsa dari penjajahan, maka tugas kita hari ini adalah membantu membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, kelaparan, keterbelakangan, dan ketidakberdayaan,” katanya.

Cara keenam adalah menjaga persatuan dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa dengan semangat meneladani Rasulullah saw.

Ustaz Rahmad mengajak masyarakat untuk tidak hanya bertanya apa yang diberikan negara kepada dirinya, tetapi juga mulai memikirkan apa yang dapat diberikan untuk bangsa melalui persaudaraan, toleransi, kepedulian, dan kebaikan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....