Ustaz Adi Hidayat Ajak Umat Mempersiapkan Diri sebelum Menghadap Allah
- 02 Sep 2026 06:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Umat Islam diajak mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum tiba waktunya kembali menghadap Allah SWT. Persiapan tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki diri, memperkuat iman, dan memperbanyak amal saleh selama masih diberikan kesempatan untuk hidup.
Hal itu disampaikan Ustaz Adi Hidayat, seperti dilansir dari kanal YouTube Adi Hidayat Official. Ia mengajak jamaah memaknai kehidupan dan kematian bukan semata sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai perjalanan menuju perjumpaan dengan Allah SWT.
Dalam kajian tersebut disampaikan kisah tentang seorang ulama yang mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatannya berdasarkan pemeriksaan medis. Ketika mengetahui bahwa secara medis kehidupannya diperkirakan tidak akan berlangsung lama, ia justru memandang kabar tersebut dari sisi spiritual.
Ia mengibaratkan kematian sebagai kesempatan untuk bertemu dengan Zat yang selama ini memberikan kehidupan, kesehatan, kenyamanan, dan berbagai kenikmatan kepada manusia.
Kerinduan kepada Allah Perlu Diwujudkan dengan Amal
| Baca juga: Salat Lima Waktu Jadi Standar Keislaman |
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan pentingnya memiliki kerinduan kepada Allah SWT. Kerinduan tersebut tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui amal dan upaya memperbaiki diri.
Kajian tersebut mengajak umat untuk bertanya kepada diri sendiri mengenai kesiapan apabila suatu saat harus kembali menghadap Allah SWT.
Jika seseorang merasa rindu bertemu dengan Allah, kerinduan tersebut semestinya mendorongnya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki perilaku. Hal itu mencakup hubungan dengan Allah SWT maupun hubungan dengan sesama manusia.
Selain kepada Allah SWT, umat Islam juga diajak menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kerinduan tersebut dapat diwujudkan, antara lain, dengan memperbanyak selawat serta meneladani ajaran dan akhlak Rasulullah SAW.
Kehidupan Menjadi Kesempatan Mempersiapkan Diri
Sebelum waktu perjumpaan itu tiba, manusia perlu mempersiapkan diri. Kajian tersebut menggambarkan kondisi seseorang yang hendak bertemu dengan orang yang sangat dirindukannya, tetapi datang dalam keadaan tidak siap.
Perumpamaan tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak menunggu hingga ajal tiba untuk memperbaiki diri.
Allah SWT telah memberikan kehidupan kepada manusia dengan berbagai nikmat. Karena itu, kehidupan seharusnya dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan hati, memperbaiki ibadah, dan memperbanyak perbuatan baik.
Kajian tersebut juga mengingatkan bahwa seseorang tidak seharusnya hanya menjalani kehidupan secara lahiriah tanpa menghadirkan kesadaran kepada Allah SWT.
Berbagai aktivitas, termasuk perjalanan dan kegiatan di alam, dapat menjadi momentum untuk mengingat kebesaran Allah. Ketika melihat matahari, bintang, gunung, dan berbagai ciptaan-Nya, seorang Muslim dapat menjadikannya sebagai sarana untuk memperkuat kesadaran spiritual.
Dalam konteks tersebut, aktivitas mendaki gunung, misalnya, tidak hanya dipandang sebagai kegiatan rekreasi atau kesempatan mengabadikan perjalanan. Seorang Muslim juga diingatkan untuk melihat kebesaran Allah SWT melalui alam yang ditemuinya.
Kajian tersebut mengajak umat agar tidak berhenti pada aktivitas lahiriah, tetapi juga menghadirkan kesadaran iman dalam setiap kegiatan.
Kematian Menjadi Kepastian
Keindahan alam, perjalanan, kesehatan, dan berbagai kesempatan hidup merupakan nikmat yang perlu disyukuri. Kesadaran tersebut diharapkan dapat mendorong manusia semakin dekat kepada Allah SWT.
Pada akhirnya, kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari. Karena itu, selama masih diberikan kesempatan hidup, manusia perlu memanfaatkannya untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan berikutnya.
Persiapan tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki ibadah, menjaga hati, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan memperbanyak amal saleh.
Dengan demikian, ketika waktu untuk kembali menghadap Allah SWT tiba, seseorang telah berusaha mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya, bukan datang dalam keadaan lalai dan belum menyelesaikan kewajiban selama hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....