Festival Literasi Kaltim 2026 Dorong Masyarakat Cerdas Bermedia

  • 29 Agt 2026 17:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Festival Literasi Kaltim 2026 untuk memperkuat budaya literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Festival yang mengusung tema “Out of the Box” tersebut berlangsung mulai 29 Agustus hingga 19 September 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan literasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim, Lisa Hasliana, mengatakan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis.

Menurutnya, literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan pengetahuan, berkomunikasi, berkarya, serta mengambil keputusan secara bijak.

“Di media sosial ini berita itu hanya beberapa detik namun tidak tersaring secara baik,” ujar Lisa dalam soft opening Festival Literasi Kaltim 2026 di Aula Kantor Tower Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Sabtu 29 Agustus 2026.

Lisa menilai kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting seiring tingginya penggunaan media sosial oleh masyarakat, termasuk anak-anak.

Kecepatan penyebaran informasi perlu diimbangi dengan kecermatan agar masyarakat tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Karena itu, Festival Literasi Kaltim 2026 tidak hanya menghadirkan pameran buku, tetapi juga ruang belajar dan berbagi pengetahuan bagi masyarakat.

Sejumlah kegiatan disiapkan, mulai dari pameran dan bedah buku, gelar wicara, workshop, lomba bertutur, hingga berbagai aktivitas literasi lainnya.

Lisa mengatakan literasi dapat dikembangkan melalui berbagai medium yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Literasi dapat hadir melalui sebuah buku, cerita, karya seni, diskusi dan teknologi,” kata Lisa.

Melalui festival tersebut, Pemprov Kaltim mendorong literasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus membangun masyarakat yang lebih kritis dalam menghadapi perkembangan informasi.

Festival Literasi Kaltim 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah, komunitas, pegiat literasi, pelajar, serta masyarakat untuk memperkuat budaya membaca dan kemampuan mengolah informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....