Petani Labanan Jaya Tetap Panen di tengah Kekeringan
- 27 Agt 2026 11:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Petani di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, tetap berhasil memanen padi di tengah kondisi kekeringan. Kamis, 27 Agustus 2026.
Dari total 118,7 hektare lahan yang ditanami padi, sekitar 75 hektare di antaranya masih dapat dipanen. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petani karena keterbatasan air berdampak pada produktivitas tanaman.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan atau DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan produktivitas padi saat ini mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal.
“Produktivitas rata-rata hanya sekitar 3,19 ton per hektare. Ini memang turun cukup jauh dari potensi normal karena kondisi cuaca yang kering,” kata Lita.
Menurutnya, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap jadwal musim tanam berikutnya. Pemerintah memperkirakan hujan baru turun paling cepat pada awal Oktober, sehingga rencana tanam pada September berpotensi ditunda.
Penundaan dilakukan untuk mencegah petani mengalami kerugian akibat tanaman tidak mendapatkan pasokan air yang cukup. Pemerintah daerah kini terus memantau perkembangan cuaca sebelum menentukan waktu tanam yang lebih tepat.
Meski menghadapi kekeringan, pengembangan pertanian di Labanan Jaya tetap berjalan. Luas lahan sawah di wilayah tersebut kini mencapai 336 hektare, termasuk 68 hektare lahan baru yang dibuka melalui kerja sama dengan TNI.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengatakan pengembangan pertanian harus diikuti dengan modernisasi alat dan metode kerja. Pemerintah Kabupaten Berau tengah mengupayakan bantuan alat pertanian dari kementerian untuk ditempatkan di Labanan Jaya.
“Bertani sekarang tidak bisa lagi hanya mengandalkan tenaga manual. Kami sedang berupaya mendapatkan bantuan alat pertanian agar pekerjaan petani lebih mudah dan cepat,” ujar Sri Juniarsih.
Selain memperkuat sarana produksi, pemerintah juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Menurut Sri Juniarsih, banyak petani saat ini mulai berusia lanjut, sementara minat anak-anak muda untuk meneruskan usaha pertanian masih rendah.
Karena itu, keberadaan Fakultas Pertanian STIPER yang akan bergabung dengan Universitas Muhammadiyah Berau dinilai menjadi peluang mencetak petani berpendidikan dan mampu menerapkan teknologi pertanian modern.
“Kita ingin melahirkan petani-petani muda yang terdidik dan mampu mengelola pertanian dengan teknologi. Pertanian harus menjadi sektor yang menjanjikan bagi generasi muda,” katanya.
Menghadapi kekeringan yang masih berlangsung, Pemkab Berau juga berkoordinasi dengan BNPB dan TNI untuk mengupayakan rekayasa cuaca atau hujan buatan. Langkah tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air di sejumlah wilayah pertanian.
Sri Juniarsih juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sementara Berau termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.
Di sisi lain, pemerintah terus memperluas areal pertanian melalui kerja sama dengan kementerian dan pemanfaatan lahan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan Berau sekaligus memastikan sektor pertanian tetap berkembang meski menghadapi tantangan perubahan cuaca.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....