Kekeringan Ancam 48 Hektare Sawah di Samarinda Utara
- 08 Sep 2026 09:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda: Kekeringan mulai mengancam sekitar 48 hektare lahan pertanian di Betapus dan Lempake, Samarinda Utara. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat tanaman padi mengalami puso jika pasokan air tidak segera dipenuhi.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, kondisi tanah mulai retak akibat kekurangan air. Pemerintah mendorong percepatan pengairan menuju kawasan persawahan untuk menyelamatkan tanaman padi.
Salah satu sumber air yang disiapkan berasal dari anak Sungai Karang Mumus. Pemerintah menilai sumber tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjaga pasokan air menuju lahan pertanian.
Dinas Pangan, Pertanian dan Hortikultura Samarinda menyiapkan dua unit pompa berkapasitas besar. Pompa tersebut ditargetkan mulai ditempatkan pada Selasa, 8 September 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distapang Tani Samarinda, Noke Pattipawaej mengatakan, pompa tersebut akan membantu pengairan lima kelompok tani. Kelompok tersebut beranggotakan sekitar 100 petani.
“Pompa ini untuk membantu pengairan lima kelompok tani, terutama tanaman padi yang usianya sekitar 30 hari,” ujar Noke.
Menurut Noke, tanaman padi berusia sekitar 30 hari menjadi prioritas pengairan karena paling rentan terdampak kekeringan. Kekurangan air dalam fase tersebut dapat meningkatkan risiko tanaman mengalami puso.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Lingkungan Hidup. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.
“Kita berharap tidak gagal panen, tidak puso,” ucap Noke.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....