Harga TBS Sawit Kaltim Ditarget Naik Bertahap
- 25 Mei 2026 15:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan kenaikan harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit secara bertahap guna menjaga nilai tukar petani dan memperkuat sektor perkebunan daerah. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan indikator penetapan harga dan komunikasi bersama perusahaan perkebunan.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan komoditas kelapa sawit hingga kini masih menjadi penopang utama subsektor perkebunan di Kalimantan Timur. Menurutnya, sektor sawit juga memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat di berbagai daerah. Senin, 25 Mei 2026.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, total alokasi ruang perkebunan di daerah mencapai sekitar 3,4 juta hektar. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,7 juta hektar telah mengantongi izin usaha perkebunan.
Sementara itu, luas tanam kelapa sawit saat ini diperkirakan mencapai 1,5 juta hektar. Sekitar 1,3 juta hektar di antaranya dikelola perusahaan besar swasta, sedangkan sisanya merupakan kebun plasma dan kebun milik masyarakat.
Harga TBS sawit yang saat ini berada di kisaran Rp 3 ribu lebih per kilogram dinilai masih mampu menjaga kesejahteraan petani di Kalimantan Timur. Pemerintah daerah pun optimistis harga tersebut masih dapat ditingkatkan secara bertahap.
Ahmad Muzakkir dalam keterangannya mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mendorong peningkatan harga TBS sawit petani. “Ke depan harga-harga TBS kita ini akan naik. Kita berusaha untuk meningkatkan harganya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya tersebut akan dilakukan melalui kunjungan ke sejumlah perusahaan yang menjadi penentu indikator indeks K. Indeks tersebut merupakan salah satu komponen penting dalam perhitungan harga TBS sawit petani.
Selain fokus pada peningkatan harga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga terus menangani persoalan konflik lahan antara perusahaan dan masyarakat. Pemerintah juga menjaga pola kemitraan perkebunan melalui komunikasi bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas sektor perkebunan tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....