Memaknai Kemerdekaan dengan Rasa Syukur dan Kebaikan

  • 25 Agt 2026 11:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Momentum Hari Kemerdekaan RI dinilai tidak cukup dirayakan dengan perlombaan dan pemasangan bendera. Ustaz Rahmatullah dari Sahabat Misykat Indonesia mengajak masyarakat menjadikan Agustusan sebagai waktu untuk memperkuat rasa syukur, dan mengisi kemerdekaan dengan perbuatan baik.

Ustaz Rahmatullah mengatakan kemerdekaan merupakan nikmat besar yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia, setelah melalui perjuangan panjang para pendahulu.

Ia mengingatkan bahwa rasa syukur tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menaati aturan, menjauhi perbuatan tercela dan menjalankan perintah Allah menjadi bentuk nyata mengisi kemerdekaan.

"Syukurnya kita itu bukan hanya dengan upacara bendera, tapi juga menjadi warga negara yang baik," ujarnya kepada RRI Pro 4 Samarinda.

Ia juga mengaitkan makna syukur dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebut kemerdekaan diraih atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Karena itu, setiap generasi memiliki tanggung jawab menjaga anugerah tersebut.

Selain bersyukur, Ustaz Rahmatullah mengingatkan pentingnya mempelajari sejarah perjuangan bangsa. Ia menilai masyarakat tidak boleh melupakan perjalanan panjang Indonesia agar tidak mudah terpecah oleh kepentingan sesaat.

Tantangan setelah kemerdekaan justru lebih kompleks karena ancaman tidak selalu datang dari luar negeri. Ego, korupsi, serta hilangnya kepedulian terhadap sesama dapat menjadi bentuk penjajahan baru yang harus diwaspadai.

"Tugas kita hari ini bukan lagi mengusir penjajah, tapi mempertahankan dan melanjutkan perjuangan kemerdekaan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....