Kisah Qarun, Pelajaran tentang Kesombongan Harta dan Luasnya Pintu Tobat

  • 19 Agt 2026 06:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kisah Qarun merupakan salah satu pelajaran berharga yang diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur'an. Qarun disebut sebagai bagian dari kaum Nabi Musa AS. Namun, terdapat sejumlah pendapat ulama mengenai hubungan kekerabatan antara Qarun dan Nabi Musa AS.

Dikutip dari kanal YouTube Nabawi TV, Selasa 18 Agustus 2026, Ustaz Habib Fahmi bin Hamid Assegaf menjelaskan sebagian ulama berpendapat Qarun bukan sekadar bagian dari kaum Nabi Musa, melainkan juga kerabat dekatnya. Ada yang menyebut Qarun sebagai paman Nabi Musa, sementara pendapat lainnya menyatakan Nabi Musa merupakan paman Qarun.

Pada awalnya, Qarun dikenal sebagai ahli Taurat dan seorang yang tekun beribadah. Bacaan Tauratnya disebut sangat merdu dan mampu menggetarkan hati orang-orang yang mendengarnya.

Namun, kemuliaan tersebut tidak berlangsung lama. Qarun kemudian berbuat zalim kepada Bani Israil, termasuk kepada Nabi Musa AS.

"Salah satu keburukannya adalah sikap hasud dan iri terhadap Nabi Musa yang akhirnya membuatnya memfitnah Nabi Musa berzina. Fitnah ini memancing kemarahan Nabi Musa AS hingga beliau sujud lama sambil menangis," ujar Habib Fahmi bin Hamid Assegaf.

Dalam keadaan tersebut, Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk bangkit dari sujudnya. Nabi Musa kemudian bertanya, "Kenapa, wahai Tuhanku?"

Menurut penjelasan Habib Fahmi, pertanyaan tersebut bukan karena Allah SWT tidak mengetahui keadaan Nabi Musa, melainkan menjadi bagian dari dialog agar manusia dapat memahami hikmah di balik peristiwa tersebut.

Allah SWT kemudian menjelaskan bahwa kejahatan Qarun telah melampaui batas.

Nabi Musa AS kemudian memohon kepada Allah SWT agar bumi menenggelamkan Qarun beserta harta kekayaannya. Namun, proses hukuman tersebut tidak terjadi secara langsung.

Qarun ditenggelamkan secara bertahap. Tubuhnya mulai terbenam dari bagian kaki hingga semakin dalam. Dalam kondisi tersebut, Qarun terus memanggil nama Nabi Musa AS dan meminta maaf serta pertolongan.

Ketika Qarun hampir tenggelam hingga sedengkul, ia masih memanggil, "Musa, Musa, minta maaf."

Nabi Musa AS yang saat itu dalam keadaan marah tidak mengindahkan permintaan tersebut. Ketika Qarun semakin tenggelam hingga separuh tubuhnya, Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa AS bahwa Qarun telah berulang kali memanggil namanya dan meminta maaf, tetapi Nabi Musa belum memberinya maaf.

Habib Fahmi bin Hamid Assegaf kemudian menyampaikan hikmah dari kisah tersebut.

"Coba dia sekali saja memanggil nama-Ku, maka urusannya akan selesai," ujar Habib Fahmi, mengutip pesan dalam kisah tersebut.

Menurut Habib Fahmi bin Hamid Assegaf, kisah tersebut menunjukkan betapa luasnya pintu tobat yang Allah SWT buka bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya.

"Ini menunjukkan betapa luasnya pintu tobat yang Allah buka bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya. Tidak ada makhluk yang pintu tobatnya ditutup, kecuali mereka sendiri yang memilih untuk menjauh dan lupa dari Allah Subhanahu wa ta'ala," ujarnya.

Selain kisah tentang kesombongan dan kedurhakaan, Qarun juga dikenal memiliki harta kekayaan yang sangat melimpah. Al-Qur'an menggambarkan begitu banyaknya harta Qarun hingga kunci-kunci tempat penyimpanannya pun terasa berat untuk dibawa oleh sejumlah orang yang kuat.

Kekayaan tersebut menjadi gambaran besarnya kenikmatan dunia yang pernah dimiliki Qarun. Namun, seluruh kekayaan itu pada akhirnya tidak mampu menyelamatkannya dari hukuman Allah SWT akibat kesombongan dan kedurhakaannya.

Kisah Qarun menjadi peringatan bagi umat manusia agar senantiasa rendah hati dan tidak menyombongkan harta maupun kekayaan yang dimiliki.

Kisah tersebut juga mengajarkan pentingnya tidak menentang perintah Allah SWT serta tidak berbuat zalim kepada sesama manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....