Jangan Biarkan Umur Tanpa Nilai di Hadapan Allah

  • 09 Jul 2026 15:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Probolinggo - Waktu pada hakikatnya adalah umur kita.

Setiap detik yang berlalu merupakan bagian dari kehidupan yang tidak akan pernah kembali.

Karena itu, ketika umur digunakan untuk kebaikan, ibadah, dan ketaatan kepada Allah SWT, maka itulah keberuntungan yang sesungguhnya.

Sebaliknya, jika waktu dibiarkan berlalu tanpa diisi dengan amal saleh dan tanpa menghasilkan pahala, maka itu merupakan kerugian yang tidak dapat diganti.

Al Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor mengatakan dalam tausiyahnya yang dilansir dilaman you tobe Alwafa Tarim, Kamis 9 Juli 2026.

Para ulama sering mengingatkan bahwa kehilangan harta masih bisa dicari penggantinya.

Kehilangan kesempatan dunia masih bisa dikejar kembali.

Tetapi waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

Itulah sebabnya Islam sangat menekankan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda:“Tidaklah datang kepada seorang hamba suatu waktu yang di dalamnya ia tidak mengingat Allah Ta’ala.

kecuali waktu itu akan menjadi penyesalan baginya pada hari kiamat.”

Hadis ini memberikan pelajaran yang sangat mendalam.

Yang dimaksud bukanlah waktu yang digunakan untuk bermaksiat, melainkan waktu yang berlalu begitu saja.

Tanpa zikir, tanpa ibadah, dan tanpa mengingat Allah.

Bahkan waktu yang kosong dari ketaatan pun akan menjadi sumber penyesalan di akhirat.

Mengapa seseorang menyesal padahal ia tidak berbuat dosa? Karena pada waktu tersebut sebenarnya tersedia kesempatan besar untuk meraih pahala.

Kesempatan itu sangat mudah dilakukan, namun terlewat karena rasa malas dan lalai.

Ketika kelak melihat besarnya pahala yang bisa diperoleh dari amalan-amalan ringan, seseorang akan menyadari betapa besar kerugian yang ia alami.

Bayangkan seseorang hanya perlu mengucapkan satu atau dua kalimat.

Atau melangkah beberapa langkah saja, lalu ia bisa memperoleh keuntungan seratus juta rupiah.

Namun karena malas, ia tidak melakukannya sehingga kehilangan kesempatan tersebut.

Tentu penyesalan yang dirasakan sangat besar. Bahkan mungkin berhari-hari ia terus memikirkan kesempatan yang terlewat itu.

Jika untuk keuntungan dunia yang masih mungkin dicari kembali saja seseorang bisa menyesal sedemikian rupa,

lalu bagaimana dengan penyesalan di akhirat?.

Saat itu manusia akan melihat begitu banyak waktu kosong dalam hidupnya yang sebenarnya dapat menjadi sebab naiknya derajat di surga.

Tidak ada penghalang, tidak ada kesulitan, hanya rasa malas yang membuat kesempatan emas itu hilang.

Seseorang mungkin akan berkata, “Ya Allah, seandainya aku membaca Qul Huwallahu Ahad, berapa banyak pahala yang bisa kudapatkan.

Seandainya aku berselawat kepada Nabi-Mu, berapa banyak kebaikan yang akan dicatat untukku.”

Padahal amalan-amalan tersebut sangat mudah dilakukan.

Membaca Surah Al-Ikhlas hanya membutuhkan waktu singkat.

Berselawat kepada Nabi SAW juga ringan di lisan. Namun karena rasa malas, seseorang kehilangan pahala yang besar.

Sering kali yang menghalangi manusia dari derajat tinggi di sisi Allah bukanlah karena tidak mampu.

Bukan pula karena tidak memiliki kesempatan, melainkan karena malas.

Padahal banyak amalan yang mudah dilakukan dan memiliki keutamaan luar biasa.

Membaca Surah Al-Ikhlas tiga kali setara dengan pahala membaca seluruh Al-Qur’an dalam satu kali khatam.

Berselawat sekali kepada Nabi SAW akan dibalas Allah dengan sepuluh rahmat dan kebaikan. Semua itu dapat diraih dengan sangat mudah.

Karena itu, seorang mukmin hendaknya berusaha menghidupkan setiap waktunya dengan kebaikan.

Saat menunggu, perbanyak zikir. Saat berjalan, perbanyak selawat.

Saat memiliki waktu luang, isi dengan membaca Al-Qur’an atau amal saleh lainnya. Jangan biarkan waktu berlalu dalam kelalaian.

Kelak di hari kiamat, setiap detik yang digunakan untuk mengingat Allah akan menjadi cahaya dan keberuntungan.

Sebaliknya, setiap waktu yang terbuang tanpa nilai ibadah akan menjadi penyesalan yang tidak dapat diperbaiki.

Maka selama kesempatan masih ada, manfaatkanlah umur dengan sebaik-baiknya.

Karena waktu yang kita miliki hari ini adalah modal menuju kebahagiaan abadi di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....