Jangan Bergantung Makhluk, Jadikan Allah Sandaran Utama
- 13 Agt 2026 18:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Umat Islam diingatkan agar tidak menjadikan makhluk sebagai sandaran utama dalam menjalani kehidupan. Ketergantungan hati kepada manusia dapat memunculkan kekecewaan, sementara Allah SWT merupakan tempat terbaik untuk menggantungkan harapan dan memohon pertolongan.
Pesan tersebut disampaikan dalam kajian yang mengangkat hikmah dari kitab Al-Hikam karya Ibn Athaillah As-Sakandari. Dalam kitab tersebut, umat Islam diingatkan untuk tidak menggantungkan hati kepada selain Allah SWT.
Dikutip dari kanal YouTube Nabawi TV, Kamis 13 Agustus 2026, Habib Fahmi bin Hamid Assegaf menjelaskan bahwa Allah terkadang memberikan ujian berupa kekecewaan melalui manusia agar seseorang menyadari bahwa ketergantungan sejati hanya kepada-Nya.
Menurutnya, berbagai ujian tersebut dapat menjadi pengingat agar manusia kembali menempatkan Allah sebagai sandaran utama. Sebaliknya, seseorang yang terus menikmati kenyamanan duniawi tanpa menyadari ketergantungannya kepada Allah dapat terlena oleh kenikmatan yang dimilikinya.
Habib Fahmi juga mengingatkan kebiasaan manusia yang sering kali lebih dahulu mencari pertolongan kepada sesama ketika menghadapi kebutuhan. Padahal, Allah merupakan Zat Yang Maha Mengatur dan Maha Mengetahui seluruh kebutuhan hamba-Nya.
Ketika seseorang lebih mengutamakan makhluk daripada Allah dalam memohon pertolongan, hal itu dapat menjadi tanda bahwa hatinya masih bergantung kepada manusia. Karena itu, umat Islam dianjurkan menjadikan Allah sebagai tujuan pertama dalam doa dan permohonan.
Menurutnya, pertolongan Allah dapat datang melalui siapa saja, termasuk orang yang tidak pernah dikenal sebelumnya. Karena itu, manusia tidak perlu menentukan sejak awal melalui siapa pertolongan tersebut harus datang. Begitu pula dalam berdoa, umat Islam tidak dianjurkan mengatur bagaimana dan kapan Allah mengabulkan permohonannya.
“Jangan mengatur cara Allah mengabulkannya melalui siapa, kapan, dan bagaimana. Percayalah, Allah Maha Mengetahui waktu dan cara terbaik untuk mengabulkan doa kita,” ujar Habib Fahmi.
Ia menambahkan, doa merupakan bukti bahwa manusia menyadari dirinya membutuhkan Allah, meskipun Allah telah mengetahui seluruh kebutuhan hamba-Nya. Dengan memperkuat ketergantungan kepada Allah, seseorang diharapkan mampu menghadapi berbagai persoalan dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.
Karena itu, umat Islam diajak menjadikan Allah sebagai satu-satunya sandaran utama dalam setiap kebutuhan dan persoalan kehidupan. Dengan berserah diri kepada-Nya, manusia diharapkan memperoleh kemudahan dalam urusan dunia serta keberkahan dan ampunan dalam kehidupan akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....