Habib Hasan Baharun Dorong Santri Miliki Ijazah untuk Dakwah
- 27 Jul 2026 11:00 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Bangil – Perjalanan pendidikan Al Habib Hasan Baharun menjadi salah satu fondasi penting yang membentuknya sebagai ulama, pendidik, dan pendiri Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (DALWA). Sejak usia dini, sosok yang akrab disapa Abuya ini menempuh pendidikan agama dan pendidikan umum secara seimbang, sehingga mampu melahirkan sistem pendidikan yang memadukan nilai keislaman dengan kebutuhan zaman.
Kecintaan Habib Hasan terhadap ilmu tumbuh dari lingkungan keluarga. Pendidikan agama pertama diperolehnya dari kedua orang tuanya, Al Habib Ahmad bin Husein Baharun dan Fathmah binti Ahmad Bachabazy. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Makarimul Akhlaq, Sumenep, yang menjadi tempat awal pembentukan dasar-dasar keilmuan Islam secara sistematis.
Dilansir dari Hidayah.id, Habib Hasan juga berguru kepada sejumlah ulama dalam lingkungan keluarganya. Setelah memperoleh bimbingan dari sang kakek, Ustadz Achmad bin Muhammad Bachabazy, yang dikenal sebagai ulama besar di Sumenep, ia melanjutkan belajar kepada paman-pamannya, yakni Ustadz Usman bin Ahmad Bachabazy dan Ustadz Umar bin Ahmad Bachabazy. Dari mereka, Abuya memperdalam ilmu agama sekaligus membangun karakter dan adab sebagai penuntut ilmu.
Semangat belajarnya dikenal sangat tinggi sejak masih muda. Pada bulan Ramadan, misalnya, ia menghabiskan malam untuk mengkaji kitab-kitab setelah menyelesaikan tadarus Al-Qur'an hingga menjelang waktu Subuh. Ketekunannya dalam mendalami ilmu fikih membuatnya menjadi murid kesayangan Al-Faqih Al-Habib Umar Ba'aqil di Surabaya. Dari gurunya tersebut, Habib Hasan memperoleh banyak bekal ilmu fikih dan metode pengajaran yang kemudian diterapkan kepada para santri.
Di samping pendidikan agama, Habib Hasan juga menempuh pendidikan umum. Ia mengawali pendidikan formal di Sekolah Rakyat (SR), kemudian melanjutkan ke Pendidikan Guru Agama (PGA) enam tahun. Setelah itu, ia meneruskan pendidikan di Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Surabaya. Pengalaman tersebut memperluas wawasan dan memperkuat keyakinannya bahwa pendidikan formal memiliki peran penting dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Pandangan itu kemudian diwujudkan saat mendirikan Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah. Selain menyelenggarakan pendidikan diniyah, pesantren yang didirikannya juga membuka jenjang pendidikan formal mulai dari tingkat menengah hingga perguruan tinggi. STAI DALWA yang dirintisnya kini berkembang menjadi Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah (INI DALWA) dengan program pendidikan hingga jenjang magister dan doktor. Salah satu pesan yang selalu dikenang dari Abuya adalah, "Suatu saat kita butuh ijazah," sebagai penegasan pentingnya keseimbangan antara ilmu agama dan pendidikan formal.
Perjalanan pendidikan Habib Hasan Baharun mencerminkan sosok ulama yang memadukan kedalaman ilmu agama, keteladanan akhlak, dan wawasan pendidikan modern. Melalui kegigihan belajar kepada para ulama serta komitmennya membangun lembaga pendidikan, ia berhasil melahirkan ribuan santri, dai, dan cendekiawan yang terus melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di berbagai daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....